Tolak Permintaan Uang “Izin’ Rp 700 Juta Diduga Jadi Motif KKB Bakar Pos PT Kristalin Eka Lestari di Nabire

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.Nabire,– Hingga kini penyerangan motif disertai pembakaran Pos Pengamanan milik PT Kristalin Eka Lestari yang berlokasi di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2) sekitar pukul 14.30 WIT masih terus membeku.

Pasca serangan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia tersebut, tersebar informasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan aksi penyerangan terjadi karena pihak perusahaan tidak memenuhi permintaan dana “Permisi” yang mereka ajukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun fajarpapua.com, Minggu (22/2) Menyebutkan sebelum penyerangan terjadi atau tepatnya pada 4 Februari 2026, pimpinan kelompok perisai diduga telah terlebih dahulu mengirimkan surat kepada pihak perusahaan yang berisi permintaan uang pengamanan sebesar Rp 700 juta.

Surat tersebut disebut-sebut dikirim oleh Damianus RRM. Yogi, yang mengatasnamakan Panglima TPNPB Devisi II Paniai Wisel Meren sekaligus anggota Dewan Revolusioner Papua Barat Bangsa Melanesia.

Dalam surat tersebut, pihak perusahaan diminta untuk membayar uang “izin” atau pengamanan agar dapat terus beroperasi di wilayah Papua Tengah.

Kelompok tersebut mengklaim wilayah operasi perusahaan merupakan daerah operasi mereka.

Bahkan dalam surat tersebut Damianus RRM. Yogi menegaskan jika permintaan tidak terpenuhi, perusahaan diminta menghentikan aktivitas serta menarik seluruh alat berat maupun peralatan dari lokasi.

Diduga karena permintaan tersebut tidak diindahkan oleh pihak perusahaan, Damianus RRM Yogi kemudian memerintahkan Komandan Panglima TPN-PB/OPM Topo Emas Nabire, Didimus Tigi untuk melakukan penyerangan ke lokasi perusahaan.

Penyerangan tersebut termasuk melibatkan kelompok yang dipimpin oleh Komandan KKB Papua, Brigjen Aibon Kogoya.

Kendaraan Perusahaan Ditembaki

Sekitar 30 menit sebelum penyerangan pos, tepatnya pukul 14.00 WIT, satu unit kendaraan milik perusahaan yang bergerak dari kamp menuju arah Lagari dilaporkan lebih dulu ditembaki oleh orang tak dikenal.

Kendaraan tersebut diberondong ditembak oleh tiga orang pelaku tak terduga yang menggunakan senjata api laras panjang.

Dua Saksi yang berada di dalam kendaraan, Ihzan Fahrudi dan Riski, menyebutkan tembakan dilepaskan secara tiba-tiba saat kendaraan melintas di lokasi kejadian.

Keduanya berhasil menyelamatkan diri, namun kendaraan mengalami kerusakan akibat tembakan dan diamankan di Kamp Wasundara.

Tidak lama berselang, kelompok perisai dilaporkan menyerang pos pengamanan perusahaan.

Pos tersebut menjadi sasaran tembakan sebelum akhirnya dibakar oleh para pelaku.

Akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Pasca kejadian, aparat keamanan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan.

Situasi keamanan di Distrik Makimi hingga kini dilaporkan masih dalam pemantauan ketat aparat. (mas)

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *