Tabloidbnn.info | Langkahan – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa pemulihan pascabencana sejati tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan mencakup pemulihan jiwa dan kemandirian masyarakat. Di Hunian Sementara (Huntara) Desa Krueng Lingka, BNPB menyalurkan bantuan komprehensif yang menyasar tiga aspek fundamental: Mental Spiritual, Sosial Ekonomi, dan Lingkungan.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan para penyintas banjir besar Sumatera akhir 2025 tidak sekadar bertahan hidup, tetapi mampu bangkit dengan fondasi kehidupan yang lebih kokoh dan berdaya.
BNPB menginisiasi optimalisasi fungsi Mushalla sebagai pusat spiritual sekaligus ruang edukasi. Dukungan ini meliputi renovasi lantai yang lebih layak di bawah naungan tenda BNPB, serta pemasangan pagar pembatas demi kenyamanan ibadah warga.
Tak hanya itu, aspek kognitif anak-anak menjadi prioritas utama. Sebanyak 50 unit meja belajar, alat lukis, dan satu set sistem suara (sound system) diserahkan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Upaya ini merupakan investasi nyata bagi masa depan generasi muda di wilayah terdampak.
“Laksana pohon kayu, kalau tidak berakar tidak akan berdiri.”
Menghindari pola bantuan konsumtif yang bersifat sesaat, BNPB menyerahkan paket alat tangkap ikan (joran) kepada warga. Bantuan ini menjadi simbol kemandirian agar masyarakat dapat segera memulihkan roda ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.
“Ada kail hendak memancing ikan, jangan takut akan basah.”
Sebagai wujud tanggung jawab terhadap mitigasi jangka panjang, dilakukan aksi penanaman pohon di area sekitar Huntara. Program ini mengusung filosofi bahwa keselamatan manusia di masa depan sangat bergantung pada kelestarian ekosistem hari ini.
“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.”
Kepala Desa (Geuchik) Gampong Krueng Lingka, Efendi Noerdin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran tim BNPB yang turun langsung mendampingi warga tanpa perantara.
”Kami menilai langkah BNPB saat ini mencatatkan sejarah baru. BNPB mampu melihat detail terkecil dari kondisi kami pascabanjir 2025. Sistematika penanggulangannya sangat apik; fase bantuan sangat relevan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” ujar Efendi.
Beliau menambahkan bahwa seluruh tahapan bantuan, mulai dari masa tanggap darurat hingga fase pemulihan, telah terverifikasi dan terdistribusi secara merata. “Warga kami sangat bersyukur. Kami merasa sangat diperhatikan oleh kinerja BNPB yang bekerja dengan hati,” pungkasnya.
Program pemulihan di Huntara Krueng Lingka ini diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional, di mana bantuan kemanusiaan bertransformasi menjadi investasi manusia dan lingkungan yang berkelanjutan.












