Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang — Setelah sepekan dilakukan upaya pencarian seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) korban tenggelam di sungai tamiang berinisial IS, warga Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, hari ini telah dihentikan.
Penghentian pencarian terhadap korban tenggelam tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Iman Suhery S.STP, Selasa, (15/4/2025).
“Benar Bang, upaya pencarian terhadap korban tenggelam tersebut telah dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari, dan itu sesuai dengan Standard Operasional (SOP)”. kata Iman Suhery yang akrab disapa Bayu.
Sebelumnya, Korban IS diketahui lompat dari jembatan Kualasimpang pada Rabu (9/4/2025) siang, upaya pencarian jasad korban pun terus dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Satgas SAR, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Aceh Tamiang. Basarnas Kota Langsa, dan TNI-Polri serta masyarakat setempat, namun hingga Selasa (15/42025) siang, jasad korban belum juga ditemukan.
Upaya pencarian sudah dilakukan secara maksimal hingga ke daerah hilir sungai tepatnya di daerah Pekan Seruway Kecamatan Seruway, ungkap Bayu.
Ia menjelaskan bahwa upaya pencarian korban telah dilakukan melalui penelusuran DAS Tamiang menggunakan tiga unit perahu Rubber boat maupun penelusuran melalui jalur darat dengan berjalan kaki seluruh bantaran sungai.
Meskipun demikian, penghentian ini bukan dihentikan secara mutlak, tetapi seluruh tim tetap siaga dan tetap memonitoring dari posko besar BPBD di Kantor Sekretariat.
“Dihari terakhir pencarian ini, suami korban juga turut serta dalam pencarian menggunakan perahu rubber boat menelusuri sepanjang DAS Tamiang hingga Seruway,” tutur Iman.
Iman berharap, dihari terakhir proses pencarian korban, dia berujar agar jasad korban dapat ditemukan dan dikebumikan secara fardhu kifayah.
Salah Seorang Rescue BPBD Aceh Tamiang, Bardinsyah Daulay menyebutkan, pasca melompatnya korban IS, Posko BPBD yakni tim Rescue 6 personel, Satgas SAR 5 personel, Dinas Damkar 7 personel. Basarnas Kota Langsa 4 orang tetap berjaga sepanjang malam maupun disiang hari.
“Dari jumlah personel tersebut ditambah lagi oleh Kalak BPBD, para kabid, dan dua orang analis yang terus memantau dan mengontrol di lapangan,” ungkap Bardinsyah.
Pada posko pencarian, BPBD Aceh Tamiang menyediakan fasilitas untuk kesiapsiagaan, seperti yang terlihat, Fasilitas Tersebut adalah, 3 unit Rubb er Boat, 1 unit mobil ambulan, 1 unit mobil tim reaksi cepat (TRC) double kabin, dan 2 unit mobil dapur umum,
Selain itu, Terlihat Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Indra Saputra, serta Dan Ops Penyelamatan BPBD, Surya Darma didampingi Dan Ops Dinas Pemadam dan Penyelamatan, Muhammad juga terlihat tetap berjaga di Posko pencarian bersama para tim personel pencarian.












