Tabloidbnn.info. Mimika. Kami minta dengan tegas, solar yang ditangkap itu jangan ditahan lama-lama, begitu pesan
yang disampaikan Kepala Suku Besar kampung Wotai Kilometer 30 Terkait 9 Ton BBM yang diamankan, dalam klarifikasi berita.
Natalis Boga: BBM Harus Sampai Wotai
9 ton Bahan Bakar Minyak ( BBM) jenis solar yang dikirim ke Wumuka dan Kampung Wotai Distrik Mimika Barat Tengah, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan masyarakat di dua kampung itu.
Natalis Boga menilai penahanan solar tersebut sangat merugikan masyarakat yang mana bahan bakar tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan masyarakat dikampung.
“Solar yang kalian tahan di Uta itu sangat tidak benar. Itu bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk bangun kampung. Jadi harus utuh sampai di Wotai dan Wumuka, tidak boleh ada yang hilang,” tegasnya.
Natalis juga menyampaikan agar warga disana bisa menjaga hubungan baik antar-suku, khususnya antara suku Mee dan Kamoro yang sejak lama hidup berdampingan.
“Mee dan Kamoro bukan baru kenal, tapi sudah sejak leluhur kita. Kita ini suku tetangga, jadi pihak ketiga jangan ikut campur tangan,” ujarnya.
Menurutnya, ikatan kekerabatan masyarakat Kamoro dan Mee tersebut sangat kuat.
“Orang Uta ada di Wakia, orang Wakia ada di Kapiraya, orang Kapiraya ada di Pronggo, orang Kipia ada di Uta, orang Akar ada di Pronggo. Semua ini keluarga besar, jadi jangan ada yang coba mengganggu,” tutup Natalis dengan nada tegas.
Sementara itu, Anak Adat Kampung Wotai Kilometer 30, Yosep Mekei, angkat bicara terkait penangkapan 9 ton solar yang disebut merupakan milik masyarakat adat di Kampung Wumuka dan Kampung Wotai, Distrik Mimika Barat Tengah.
Menurut Yosep, solar tersebut sejatinya disediakan untuk kebutuhan masyarakat, sehingga ia meminta agar pihak yang melakukan penangkapan segera menyalurkannya ke tempat tujuan.
“Kami minta dengan tegas, solar yang ditangkap itu jangan ditahan lama-lama. Itu milik masyarakat adat Kampung Wumuka dan Kampung Wotai, jadi harus segera diantar sampai tujuan,” tegas Yosep Mekei di Timika.
Ia menilai, jika distribusi solar terhambat, maka aktivitas masyarakat akan terganggu, terutama untuk kebutuhan transportasi laut maupun kegiatan sehari-hari yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut.
Jika Bahan Bakar Minyak tersebut belum dikembalikan, masyarakat Wotai dalam waktu singkat akan mendatangi Polsek Mimika Barat (Kokonao) untuk melakukan pengaduan terkait BBM milik mereka yang ditahan oleh oknum ASN dan Oknum TNI di pelabuhan kampung Uta.












