Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Field Manager (FM) Pertamina EP (PEP) Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, secara tegas menginstruksikan kepada seluruh mitra usaha di lingkungan PEP Rantau Field untuk memberdayakan masyarakat lokal sebagai pekerja tanpa adanya kutipan atau praktik pungutan liar (pungli).
Penegasan ini disampaikan Tomi Wahyu Alimsyah saat memberikan arahan dalam kegiatan Supplier Local Forum Field Rantau yang bertema “Mitra Lokal, Pilar Kemandirian Energi Nasional.” Acara ini dihadiri oleh 33 mitra usaha dan berlangsung di Wisma Jeumpa, Kompleks Pertamina Rantau, Aceh Tamiang, pada Senin (17/11).
Tomi Wahyu Alimsyah menekankan bahwa praktik pungli dalam proses rekrutmen tidak akan ditoleransi.
”Jika ada informasi (pelanggaran), laporkan kepada kami, dan akan ada sanksi tegas yang diberikan,” ujarnya.
Penekanan ini disampaikan menyusul adanya informasi yang diterima manajemen saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRK Aceh Tamiang pada Rabu (12/11/2025) di ruang Komisi III. RDP tersebut membahas adanya indikasi praktik yang tidak sesuai aturan dalam proses penerimaan tenaga kerja melalui mitra usaha.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan PEP Rantau Field dalam menjalankan industri migas tidak lepas dari sinergi dan kerja sama yang solid antara seluruh mitra usaha dan para pemangku kepentingan.
”Kolaborasi yang telah terjalin harus ditingkatkan agar semakin profesional, tangguh, transparan, serta adaptif terhadap dinamika industri, dengan menjunjung tinggi integritas dalam setiap aktivitas operasional,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Tomi Wahyu Alimsyah turut menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan dan kontribusi krusial seluruh mitra usaha dalam mendukung keberhasilan operasi perusahaan.
Selain isu tenaga kerja, Tomi Wahyu Alimsyah juga mengimbau seluruh mitra usaha yang beroperasi di wilayah Aceh Tamiang untuk menggunakan kendaraan operasional berpelat Aceh Tamiang (BL). Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam mendukung penerimaan pajak daerah.
Ia menyebutkan bahwa saat ini, seluruh kendaraan operasional PEP Rantau Field sudah menggunakan pelat Aceh Tamiang.
”Oleh karena itu, bagi kendaraan operasional Bapak dan Ibu yang belum berpelat Aceh Tamiang, untuk segera dimutasikan ke plat BL dengan batas waktu selambat-lambatnya satu bulan ke depan,” imbau Tomi.












