Patah Panah Menandai Berakhirnya Konflik Kwamki Narama, Bupati Mimika : Tidak Ada Lagi Perang

  • Bagikan

Bupati Mimika Johannes Rettob saat melakukan patah panah di Kwamki Narama, Senin (12/1).

Tabloidbnn.info.Timika,– Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, Wakil Bupati Puncak Naftali Awakal serta Forkopimda mengikuti ritual patah panah sebagai simbol perdamaian konflik keluarga di Distrik Kwamki Narama, Senin (12/1).

Prosesi patah panah diawali dengan perdamaian secara adat oleh kedua belah pihak. Ritual tersebut ditandai dengan panah babi yang dilakukan masing-masing pihak ditengah wilayah yang sebelumnya menjadi area konflik kedua kubu.

Sebelum melakukan patah panah Bupati Rettob mengatakan, proses ini menjadi tanda berakhirnya konflik di Kwamki Narama dan membawa pesan damai bagi Tanah Papua.

“Saya melakukan patah panah ini menandakan tidak ada lagi perang atau konflik di Kwamki Narama dan Tanah Papua,” tegas Bupati.

Penggunaan perdamaian adat, perpecahan kayu, dan patah panah, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta surat pernyataan oleh Pemda Mimika, Pemda Puncak, DPRK, aparat keamanan, intelektual, tokoh masyarakat, serta kedua belah pihak Newegalen dan Dang.

Aparat kepolisian yang dipimpin Kapolres dan Brimob yang dipimpin Danyon Brimob Detasemen B Papua turun mengamankan lokasi prosesi perdamaian. Tampak belasan warga yang ditahan di Rutan Polres Mimika ikut menyaksikan prosesi tersebut.(ron)

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *