Tabloidbnn.info.MIMIKA — Memasuki Bulan Suci Ramadhan Tahun 1447 H, Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui Dinas Ketahanan Pangan telah berkomitmen untuk mendukung Kebijakan Pemerintah Pusat dalam menyediakan Kebutuhan Pangan bagi Masyarakat dengan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada enam titik di Kabupaten Mimika.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga, S.Sos, M.Si kepada Tabloidbnn.info ketika dikonfirmasi, mengatakan :
“GPM (Gerakan Pangan Murah) merupakan Program Nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo, yang dadakan untuk menyambut hari-hari besar keagamaan. Namun, disisi lain terkait dengan inflasi, sehingga kita di Kabupaten Mimika kita tidak tetapkan sebagai kegiatan yang terfokus pada kegiatan nasional saja. Sehingga kami di Kabupaten Mimika biasanya melakukannya paling tidak dua kali dalam sebulan. Disisi lain, berhubungan juga dengan hari-hari besar keagamaan maka menjelang Idul Fitri, Natal atau hari-hari keagamaan lainnya bisanya kami menambah jadwal kegiatannya”.

Ditambahkan, “Memasuki Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri tahun ini kami telah menambah jadwal kegiatannya ditambah menjadi lima kali. Salah satunya seperti yang kita laksanakan hari ini”, kata Kadis Ketahanan Pangan yang sering disapa Pak Koga.
Setelah dilakukan konfirmasi dengan agenda kegiatan yang telah dijawalkan tercatat bahwa :
Hari Pertama, dimulai dari Halaman Gedung Eme Neme Yauware
Hari Kedua, dilakukan di Mapuru Jaya, Distrik Mimika Timur.
Hari Ketiga, di Kelurahan Limau Asri, SP-5.
Hari Keempat, di SP-6, Distrik Iwaka
Hari Kelima, di Nawaripi, Distrik Wania
Hari Keenam, Puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 14 Maret di Masjid Babusallam, Timika.”

Menurut Koga, “Sebenarnya dalam Agenda Kegiatan iti hanya empat kali. Namun karena permintaan Warga sehingga berubah dari jadwal sebelumnya menjadi enam kali”, tambahnya
Dikatakan, “Karena ingin menjawab keinginan masyarakat maka Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil langkah dengan cara memenuhi aspirasi masyarakat. Harapannya agar masyarakat merasa tenang dan nyaman, tidak terkendala dengan kebutuhan pokok dalam beribadah di bulan suci Ramadhan sekaligus menyambut hari raya Idul Fitri pada bulan ini”, demikian penjelasan Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Lebih lanjut dijelaskan, “Bahwa hadirnya Pemerintah dalam kaitan dengan ini adalah sebagai Fasilitator yang menjembatani kepentingan Produsen (Petani, Peternak dan Penyedia Jasa) dengan Konsumen, yakni masyarakat yang membutuhkan hasil pertanian, peternakan dan jasa lainnya. Dengan demikian Produsen terfasilitasi dengan harga ideal yang diharapkannya. Namun disisi lain, Konsumen juga terfasilitasi dengan subsidi dari Pemerintah sehingga harganya tidak memberatkan, tutup Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yulius Koga mengakhiri wawancara dengan tabloidbnn.info












