Ket :foto bersama saat RDP di DPRD Sumut
Tabloidbnn.info.Medan,-Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sumatera Utara memanas setelah warga Medan Belawan secara terbuka menyebut sejumlah nama yang diduga sebagai bandar narkoba yang disebut-sebut meresahkan masyarakat di wilayah Medan Utara.sabtu(7/3/2026)
RDP yang digelar di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, pada 5 Maret 2026, dihadiri oleh anggota dewan, aparat kepolisian, BNNP Sumut, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama dari Belawan. Pertemuan ini membahas maraknya kriminalitas, tawuran, dan peredaran narkoba di kawasan tersebut.
Dalam forum itu, warga mengungkapkan keresahan karena berbagai aksi kriminal seperti tawuran, begal, hingga perusakan rumah semakin sering terjadi dan diduga berkaitan dengan jaringan narkoba, dan sebutkan lima nama diduga Bandar.
Dalam penyampaian aspirasi, warga bahkan menyebut lima nama yang diduga sebagai pemain besar narkoba di kawasan Belawan dan Medan Utara.Beberapa nama yang disebut dalam forum tersebut antara lain inisial,SG, EdK, Ay, Iy, IG.
Nama-nama tersebut disebut warga diduga memiliki pengaruh besar dalam peredaran narkoba dan bahkan disebut ikut mendanai berbagai aktivitas di lingkungan masyarakat untuk menutupi kegiatan ilegal mereka.
Tokoh Agama: “Kami Saja Tahu, Apalagi Polisi”
Salah satu tokoh agama Belawan menyampaikan kritik keras terhadap lambannya penindakan aparat terhadap para bandar narkoba.Ia menyatakan bahwa masyarakat bahkan sudah mengetahui siapa saja pemain besar di wilayah tersebut.
“Kami ustadz saja tahu siapa bandarnya, apalagi polisi,” ujarnya dalam forum RDP.
DPRD dan Aparat Sepakati Langkah Penanganan
Sebagai tindak lanjut dari RDP tersebut, DPRD Sumut bersama aparat penegak hukum dan unsur masyarakat sepakat memperkuat langkah pemberantasan narkoba, termasuk:
-Membentuk tim terpadu penanganan narkoba di Belawan
-Meningkatkan operasi penindakan terhadap bandar
-Memperkuat pengawasan wilayah rawan narkoba dan tawuran.
Langkah ini diharapkan dapat menekan peredaran narkoba yang disebut-sebut menjadi pemicu konflik sosial di Belawan.
Berbagai sumber
(Tar)












