DPRK Aceh Tamiang Tinjau Genangan Air di Halaman SDN 2 Karang Bundar, Ini Penyebabnya

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur dan dua anggotanya, Edi Susanto dan Jayanti Sari, Senin (6/4/2026) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto serta Kabid Pendidikan Dasar, Khairul Hasni (Khairul) meninjau kondisi halaman sekolah SD Negeri 2 Karang Bundar di karang baru yang tergenang air diduga imbas dari proyek pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Tamiang 2.

Kedatangan Pimpinan dan Anggota DPRK Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang disambut oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Karang Bundar, Farida Hanum, Senin, (6/4/2026).

Kepada Pimpinan dan Anggota DPRK dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Farida Hanum menyampaikan bahwa genangan air yang membentuk kolam dihalaman sekolah tersebut akibat saluran pembuangan yang tersumbat dampak dari pembangunan huntara 2.

Dalam laporannya kepada pimpinan dewan, Farida Hanum menjelaskan bahwa genangan air yang menutupi halaman sekolah terjadi karena parit di depan sekolah tersumbat. Penyumbatan tersebut diduga akibat aktivitas penutupan parit oleh pihak pelaksana proyek Huntara Tamiang 2.

​Setelah dilakukan pengecekan bersama di lapangan, ditemukan bahwa titik permasalahan berada pada pemasangan gorong-gorong di jalan masuk menuju Huntara, tepatnya di depan Kantor Samsat.

Pemasangan gorong-gorong tersebut dinilai tidak sesuai teknis karena tidak mencapai dasar parit, melainkan hanya diletakkan di atas timbunan tanah material. Akibatnya, aliran air terhambat dan meluap ke halaman sekolah.

​”Pantas saja airnya tidak mengalir. Ternyata gorong-gorongnya tidak diletakkan di dasar parit, melainkan di atas timbunan tanah,” ujar Wakil Ketua DPRK, Muhammad Nur, saat melihat langsung kondisi drainase.

​Farida Hanum menyayangkan sikap pihak pelaksana proyek Huntara Tamiang 2 yang terkesan abai. Ia mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan terkait rusaknya sistem drainase tersebut, namun tidak mendapatkan respons positif.

​”Genangan air di halaman sekolah ini sudah seperti danau kecil. Selain merusak pemandangan, kondisi ini sangat tidak sehat karena menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk yang membahayakan siswa,” ungkap Farida.

​Menyikapi temuan tersebut, Muhammad Nur menegaskan akan segera mengambil langkah konkret agar proses belajar mengajar tidak terganggu lebih lama.

​”Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk mencari solusi teknis secepatnya, agar aliran air kembali normal dan halaman sekolah tidak lagi tergenang,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Karim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *