Polres Tolikara Gelar Pemberkatan Nikah Massal, Kepada 7 Pasangan Personel Polri Sebagai Wujud Kepedulian dan Penguatan Keluarga

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Tolikara, Papua Pegunungan, MPB — Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai kegiatan pemberkatan nikah massal yang digelar oleh Polres Tolikara bagi tujuh pasangan personel Polri. Kegiatan ini menjadi momen penting tidak hanya bagi para pasangan, tetapi juga sebagai bentuk perhatian institusi terhadap kesejahteraan dan keharmonisan keluarga anggotanya. Senin, (13/4/2026).

Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga berakhir pukul 17.15 WIT tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Polres Tolikara, tokoh pemerintah daerah, rohaniawan, Bhayangkari, serta ratusan tamu undangan dan keluarga yang turut menjadi saksi kebahagiaan para pasangan.

Prosesi dimulai dengan masuknya para pasangan pengantin yang didampingi orang tua dan wali, diiringi lagu pujian rohani yang menambah suasana khidmat. Ibadah pemberkatan dipimpin oleh para rohaniawan dengan penuh penghayatan, disertai pembacaan firman Tuhan yang menegaskan makna pernikahan sebagai persekutuan kasih yang kudus.

Dalam khotbah yang dipimpin langsung oleh Pendeta Yakop Jikwa, S.Th, disampaikan bahwa manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang saling melengkapi. Pernikahan bukan hanya ikatan lahiriah, tetapi juga panggilan untuk saling menguatkan dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.

“Kesepian bukanlah rancangan Tuhan. Dalam pernikahan, beban menjadi ringan ketika dipikul bersama, dan sukacita menjadi berlipat saat dibagikan,” menjadi salah satu pesan mendalam yang menyentuh hati para hadirin.

Tangis haru pun tak terbendung saat para pasangan mengucapkan janji suci dan saling memasangkan cincin sebagai simbol cinta dan komitmen seumur hidup.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Institusi terkait kegiatan ini tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap aspek administrasi dan kesejahteraan keluarga.

Pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Dukcapil Depius Jikwa, SE secara langsung menyerahkan dokumen resmi pernikahan kepada para pasangan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tolikara menegaskan Dokumen pernikahan ini bukan sekadar kertas, tetapi dasar hukum yang kuat bagi masa depan keluarga. Ini adalah langkah penting menuju tertib administrasi dan perlindungan hak-hak keluarga.”

Sementara itu, Kementerian Agama Kab. Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th.,M.M menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Polres dan gereja : “Kegiatan ini adalah contoh nyata pelayanan yang membawa berkat. Firman Tuhan harus menjadi pondasi utama agar rumah tangga yang dibangun penuh damai dan sejahtera.”

Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H.,M.H dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pernikahan bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga telah diberkati secara rohani.

“Hari ini adalah hari penuh sukacita. Janji suci yang diucapkan tidak hanya tercatat di bumi, tetapi juga di surga. Bangunlah rumah tangga yang rukun, damai, dan penuh kasih,” ungkapnya

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga akan selalu diuji, namun dengan iman dan kebersamaan, setiap tantangan dapat dilalui.

Perwakilan keluarga menyampaikan pesan yang penuh kehangatan dan harapan bagi para pasangan pengantin.

“Pernikahan ini adalah langkah dewasa dan penuh tanggung jawab. Jadikan kasih, komunikasi, dan iman sebagai fondasi utama agar rumah tangga tetap kokoh menghadapi setiap badai kehidupan.”

Setelah prosesi utama, acara dilanjutkan dengan penyerahan Alkitab, pemotongan kue pernikahan secara simbolis, sesi foto bersama, serta ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban.

Kegiatan berakhir pada pukul 17.15 WIT dalam keadaan aman dan kondusif, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu undangan yang hadir.

Dari total 13 pasangan yang mengikuti sidang BP4R, sebanyak 7 pasangan telah melaksanakan pemberkatan nikah massal dalam kegiatan ini.

Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan hidup baru—di mana cinta, iman, dan komitmen berpadu menjadi fondasi keluarga yang kuat. Sebuah kisah nyata tentang kebahagiaan yang lahir dari kebersamaan dan restu Tuhan.

Penulis : Ardi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *