Ponirin Terpilih Jadi Datok Penghulu Kampung Paya Tampah 2025-2031

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang — Meski sempat tertunda akibat musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 2025 lalu, semangat demokrasi warga Kampung Paya Tampah tetap membara. Hal ini terbukti pada pelaksanaan Pemilihan Datok Penghulu (Pildatok) yang berlangsung khidmat pada Minggu (26/4/2026).

​Pesta demokrasi tingkat kampung di Kecamatan Karang Baru ini menyuguhkan persaingan antara dua putra terbaik desa, yakni Azlansyah (Nomor Urut 1) dan Ponirin (Nomor Urut 2).

​Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Datok Penghulu (P2DP) di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Ponirin berhasil meraih simpati mayoritas warga.

​Berikut adalah rincian perolehan suara:
​Ponirin (Nomor Urut 2): 579 Suara
​Azlansyah (Nomor Urut 1): 491 Suara
​Suara Tidak Sah: 16 Suara
​Dengan selisih 88 suara, Ponirin resmi ditetapkan sebagai Datok Penghulu terpilih.

Kemenangan ini dipandang sebagai mandat dari masyarakat yang mendambakan perubahan nyata, terutama dalam aspek transparansi pelayanan dan penguatan aspirasi warga.

​Usai penghitungan suara, Ponirin Datok Penghulu Terpilih periode 2025-2031 menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah menyalurkan hak pilihnya secara damai.

​”Alhamdulillah, proses pemungutan suara berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ini menunjukkan kedewasaan berdemokrasi warga Kampung Paya Tampah yang patut kita banggakan,” ujar Ponirin saat memberikan keterangan.

​Ia juga menekankan bahwa jabatan yang ia emban periode 2025-2031adalah amanah besar yang membutuhkan dukungan kolektif. Ia pun secara terbuka meminta masyarakat untuk terus mengawal kepemimpinannya.

​”Saya berterima kasih atas kepercayaan ini. Namun, saya tidak bisa bekerja sendiri. Bantu saya membangun kampung kita. Tegur dan beri nasihat jika dalam melangkah saya melakukan kekhilafan,” tegasnya dengan rendah hati.

​Mengakhiri Sekat Pasca-Pemilihan
​Menutup pernyataannya, Ponirin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanggalkan perbedaan pandangan politik selama masa kampanye.

Menurutnya, persatuan adalah modal utama untuk kemajuan desa.
​”Kompetisi Pildatok telah usai. Tidak ada lagi kubu nomor satu atau nomor dua.

Sekarang yang ada adalah warga Paya Tampah. Mari kita bersatu kembali demi membangun kampung tercinta agar lebih baik dan sejahtera di masa depan,” pungkasnya.(Abdul Karim).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *