Tabloidbnn.info.Kuta Bali, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Suyudi Ario Seto melaksanakan pertemuan bilateral dengan Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Malaysia, Dato’ Hussein Omar Khan, di sela-sela kegiatan Colombo Plan Drug Advisory Programme (CPDAP) Kuta-Bali, Selasa (28/4). Pertemuan ini merupakan yang pertama sejak keduanya resmi menjabat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi kejahatan narkotika yang bersifat transnasional.
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa narkotika merupakan kejahatan lintas negara yang membutuhkan kerja sama erat antarnegara. Indonesia dan Malaysia sebagai negara bertetangga memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kawasan dari ancaman peredaran narkotika, termasuk melalui penguatan koordinasi, pertukaran informasi secara cepat, serta peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, bandara, dan pelabuhan.
BNN juga menyoroti perkembangan modus operandi sindikat narkotika yang semakin kompleks, termasuk munculnya lebih dari 1.400 jenis narkotika baru (New Psychoactive Substances/NPS) di dunia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan etomidate, termasuk dalam bentuk vape, yang telah berhasil diungkap melalui kasus clandestine lab di Bali. Selain itu, jalur Golden Triangle masih menjadi rute utama masuknya narkotika ke Indonesia, dengan Malaysia sebagai salah satu negara transit dalam peta peredaran regional.
Pertemuan ini turut membahas penguatan kerja sama dalam pelacakan jaringan (back tracking), penelusuran aliran keuangan (financial tracking), serta pemanfaatan Mutual Legal Assistance (MLA) untuk penyitaan aset hasil kejahatan narkotika lintas negara. Kedua pihak juga sepakat untuk membuka jalur komunikasi yang lebih responsif dan berkelanjutan, guna memastikan langkah penegakan hukum dapat dilakukan secara cepat dan efektif dalam memutus rantai peredaran narkotika di kawasan.
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI













