Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Dalam upaya memulihkan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang.
Penyerahan bantuan dengan tema “Banjir Reda, Harapan Mengalir” ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail SE.I, didampingi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, SKM, M.Kes. Bantuan diterima langsung oleh Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika, di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (4/5/2026) pagi.
Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI untuk mempercepat pemulihan wilayah Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang pada tahun 2025 lalu. Selain RSUD Muda Sedia, bantuan serupa juga diberikan kepada 10 Puskesmas di wilayah Aceh Tamiang, yaitu: Puskesmas Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara. Puskesmas Sungai Iyu, Banda Mulia, dan Kejuruan Muda. Puskesmas Kota Kualasimpang, Tamiang Hulu, Rantau, dan Simpang Kiri.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail SE.I, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden RI, Menteri Kesehatan, serta Menteri Pekerjaan Umum atas respons cepat terhadap kebutuhan mendesak di daerahnya.
”Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga sempat melumpuhkan akses layanan kesehatan primer. Bantuan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan Aceh Tamiang,” ujar Ismail.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Ismail menginstruksikan kepada seluruh instansi penerima manfaat agar menjaga dan merawat fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya.
”Gunakan fasilitas ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Saya berharap dedikasi kita semua menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa bantuan kendaraan operasional dan genset ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pasca-bencana.
Beliau juga mendorong pembentukan Tim Reaksi Cepat (Emergency Medical Team) di Aceh Tamiang. Kemenkes melalui Pusat Krisis berkomitmen memberikan pelatihan manajemen bencana guna memperkuat kesiapsiagaan daerah.
”Kami berpesan agar tenaga medis yang telah dilatih manajemen bencana tidak dimutasi agar kesiapan tim tetap terjaga. Selain itu, layanan PSC 119 harus diperkuat. Petugas jangan hanya memindahkan pasien, tetapi lakukan stabilisasi medis di lokasi sebelum dirujuk ke rumah sakit,” tegas Agus.
Acara ditutup dengan penyerahan kunci ambulans secara simbolis. Fasilitas ini diharapkan dapat langsung beroperasi untuk melayani kebutuhan medis masyarakat Aceh Tamiang secara luas.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Drs. Syuibun Anwar, Asisten I Muslijar, S.Pd, MM, Kepala Dinas Kesehatan dr. Mustakim, M.Kes, Sp.DLP, Kepala Inspektorat Aulia Azhari, Kepala Bappeda M. Zein, serta jajaran Kepala Puskesmas se-Kabupaten Aceh Tamiang.(Abdul Karim).













