​Bijak Bermedia Sosial: Ustadz Saiful Ingatkan Bahaya ‘Hate Comment’ di Era Digital

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Di tengah derasnya arus teknologi informasi, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dan mawas diri dalam menggunakan ruang digital. Pesan ini disampaikan oleh tokoh agama, Ustadz Saiful, S.Ag., yang menyoroti maraknya fenomena hate comment atau komentar kebencian di media sosial saat ini.

​Pesan edukasi tersebut disampaikan langsung kepada Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan, untuk disebarluaskan melalui media massa sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat.

​Menurut Ustadz Saiful, perkembangan teknologi yang pesat seharusnya diimbangi dengan kematangan etika. Namun, realitanya media sosial kini sering kali menjadi wadah penghinaan, fitnah, dan ujaran kebencian yang merendahkan martabat sesama manusia.

​Dalam ajaran Islam, ia menegaskan bahwa menjaga lisan—termasuk tulisan di dunia maya—merupakan bagian dari ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

​”Setiap kata yang diucapkan maupun dituliskan memiliki konsekuensi. Dalam Islam, tidak ada satu ucapan pun yang luput dari catatan malaikat, termasuk komentar kita di media sosial,” tegas Ustadz Saiful.

​Ia menilai fenomena komentar negatif saat ini sudah pada tahap memprihatinkan, mencakup penghinaan fisik (body shaming), pekerjaan, hingga privasi seseorang. Ustadz Saiful mengingatkan bahwa dampak dari komentar jahat di media sosial bisa jauh lebih besar daripada cacian langsung karena sifatnya yang viral dan disaksikan publik secara luas.

​Lebih jauh, beliau menekankan bahaya “dosa jariyah” dari aktivitas digital. “Jika komentar buruk kita terus dibagikan, ditiru, atau memicu keburukan berkelanjutan, maka dosanya akan terus mengalir kepada pelakunya meski ia sudah tiada,” jelasnya.

​Selain aspek spiritual, Ustadz Saiful juga menyoroti dampak psikologis bagi korban. Serangan verbal di media sosial terbukti dapat memicu tekanan batin, hilangnya rasa percaya diri, hingga depresi berat bagi korbannya.

​Sebagai penutup, ia mengajak umat Muslim untuk kembali memegang teguh prinsip dasar dalam berinteraksi sesuai hadis Nabi Muhammad SAW:
​“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

​”Jika sebuah komentar tidak membawa manfaat, lebih baik menahan diri. Diam jauh lebih mulia daripada menuliskan sesuatu yang melukai hati orang lain,” pungkasnya..(Abdul Karim).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *