Empat Kapal Wisata Menelan Anggaran  Rp 12 Milyar Provinsi Kalimantan Tengah Mangrak.

  • Bagikan

Tabloidbnn.info. Palangkaraya,  Pengadaan kapal wisata susur sungai dilingkungan Dinas Pariwisata (Dispar) provinsi Kalimantan Tengah, yang menelan anggaran lebih kurang Rp 12 Milyar tahun 2024, kini jadi sorotan.

Empat unit kapal yang diadakan oleh pemprov Kalteng, dilaporkan saat ini belum difungsikan secara optimal, dan hingga kini kapal tersebut hanya bersandar atau terparkir dikawasan pelabuhan Taman Soekarno kota Palangkaraya, tanpa adanya kejelasan operasionalnya, Rabu 06/04/2026.

Ketua forum Kalimantan Nembangun Sufriady Natae menyoroti masalah ini, ia mengatakan berdasarkan hasil klarifikasi yang saya diterima dua unit kapal tersebut sejatinya diperuntukkan untuk kabupaten Kotawaringin Barat, namun hinga kini distribusi kapal tidak kunjung terealisasi, sudah lebih kurang dua tahun masih berada di Palangkaraya.

Persoalan distribusi yang tak kunjung terealisasi, proyek pengadaan empat unit kapal wisata susur sungai senilai lebih kurang Rp 12 milyar, dan proyek ini memunculkan dugaan mark-up anggaran serta lemahnya pengawasan ujar Sufriady, kepada awak media.

Masalah ini kami nilai membebani keuangan negara, mengingat biaya pemeliharaan kapal tersebut tetap berjalan, tanpa manfaat nyata, tegas Sufriady.

Adanya dugaan korupsi pengadaan kapal wisata susur sungai Kalteng, Forum Kalimantan membangun telah melaporkan persoalan ini ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, untuk segera ditindaklanjuti dan kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat, dan bertanggung jawab, ungkap Sufriady.

Laporan susah kami sampaikan ke kejaksaan agung, dan kami akan terus mengawal persoalan ini supaya ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab menerima konsekuensi hukum, jika terbukti melanggar, papar Sufriady.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pariwisata Kalteng dan kontraktor pelaksana kegiatan, belum ada yang memberikan keterangan resmi terkait dugaan korupsi tersebut, dan upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Gusti Ahyar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *