Aktifitas SPBU Nawaripi Terhenti Beberapa Jam, Disperindag Bertemu Puluhan Sopir Truk

  • Bagikan

OTabloidbnn.info. Timika. Aktifitas pengisian bahan bakar minyak di SPBU Nawaripi, Kampung Nawaripi, Distrik Wania pada Rabu (5/5/2026) sempat terhenti beberapa jam karena teuk-truk tidak mendapat pasokan minyak. melihat kondisi ditutup maka Disperindag bertemu para sopir untuk menyelesaikan permasalahan jatah minyak subsidi bagi para sopir di SPBU Nawaripi.

Perwakilan para sopir, Dominikus Ghowi kepada wartawan menuturkan pihaknya dari SPBU SP II tidak dapat minyak kemudian pengelola SPBU meminta para sopir untuk ke SPBU Nawaripi. Sampai Nawaripi tiba giliran truk minyak habis.

” Kami pertanyakan kenapa SPBU melayani kendaraan lain termasuk bus perusahaan dan kenapa kami dilayani mulai jam 10.00 WIT. Apa bedanya kami dengan kendaraan lain ini sangat tidak adil,” kata Dominikus.

Dominikus mempertanyakan kenapa perlakuan SPBU kepada mobil truk hanya mendapat akses satu jalur saja yakni jalur kiri sementara kendaraan lain boleh bebas masuk. penjelasan SPBU bahwa ininaturan yang diterapkan Disperindag Mimika.

Soal persediaan minyak ribuan liter yang belum sampai setengah hari sudah habis, dia meminta pihaknya dilayani dari pagi jam 08.00 WIT.

” kami usulkan kalau boleh kami diperlakukan seperti kendaraan lain. Jangan lagi kami dilayani nanti jam 10.00 wit, karena baru antri masuk minyak sudah habis. kami seperti dianaktrikan,” terang dia.

Menanggapi permintaan para sopir Kabid Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri, Lambert Nunaki, dihadapi para sopir menuturkan kehadiran Disperindag untuk menata, mengawasi pelayanan di setiap SPBU yang ada di Timika.

Dia mengatakan situasi saat ini mengenai minyak dunia sangat-sangat tidak baik. Sehingga semua pihak untuk memahami kondisi yang terjadi apalagi ada kerusakan jaringan maka teman-teman harus dialihkan ke sini dengan syarat pengisian diatas jam 10 pagi.

Untuk pengisian diatas jam 10.00 WIT pagi, Disperindag, Pertamina dan SPBU akan duduk mengevaluasi kembali apakah perlu ada perubahan atau pergeseran.

Soal jatah minyak tiap SPBU tiap hari diberi jatah 8 ton. Mestinya jumlah sebanyak ini mampu melayani warga Mimika tiap hari.

Kata Dia pengalihan pelayanan truk-truk dari SP.II ke SPBU Nawaripi karena ada peristiwa beberapa waktu lalu bahwa SPBU SP II macet tidak bisa melayani barkot. Atas peristiwa ini makanya teman-teman sopir dialihkan ke sini.

Mengenai soal pelayanan truk-truk di sisi kiri kata dia itu kebijakan SPBU bukan Disperindag. Disperindag hanya menata dan mengawasi bukan intervensi teknis pelayanan. Jadi sekali lagi soal teknis itu urusan SPBU bukan Disperindag.

Untuk usulan semua diperlakukan sama dirinya mengakui semua warga diperlakukan sama dalam pelayanan BBM ini.

Mengenai kebijakan antri satu jalur dijalur kiri untuk truk, Kabid Sarana Disperindag, Mateus Way menuturkan, kebijakan itu berlaku sejak beberapa tahun lalu supaya masuk isi BBM tertib.

” lahirnya kebijakan ini karena ada mobil yang masuk tidak ikut jalur, tidak mau antri. Dengan perlakuan seperti ini maka muncullah kebijakan satu jalur seperti ini,” terang Mateus.

Sementara SPBU menuturkan kegiatan pengisian BBM sempat terhenti karena ada para sopir truk yang protes tidak dapat bagian minyak hari ini.

Untuk jatah setiap hari yang diberikan Pertamina ke SPBU Nawaripi sebanyak 6 ton. Memang untuk truk diberi waktu pengisian mulai jam 10.00 WIT tapi hari ini pengisian padat sehingga BBM cepat habis.

Sementara itu sejumlah pihak meminta , Disperindag, Pertamina untuk mengevaluasi kinerja
Manajemen SPBU Nawaripi.

” Manajemen pompa bensin Nawaripi juga tidak bagus, masalah di solar kenapa harus tutup gerbang, yang mengakibatkan keresahan terhadap warga yang mau beli pertalite. Manejemen pompa bensin Nawaripi perlu di evaluasi oleh pihak yang berwenang,” kata mereka.

Menurut mereka pernyataan Disperindag bahwa jatah solar untuk pompa bensin Nawaripi 8 ton. Namun pernyataan dari SPBU Nawaripi hanya 6 ton.

“Yang benar 8 ton atau 6 ton solar. Kalau benar 8 ton lalu yang dua tonnya kemana hilang di SPBU atau ditengah jalan,” jelas mereka. (red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *