Korban yang meninggal dunia
Tabloidbnn.info. Timika, – Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) diduga melakukan serangan brutal terhadap warga sipil di Camp Wini Kalikuluk MP 69, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dalam insiden tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 15 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak.
Korban sempat dievakuasi oleh personel TNI menuju fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan di Jalan Poros MP 69.
Selain korban meninggal dunia, seorang warga lainnya bernama Irince Wandikbo mengalami luka tembak pada bagian betis kaki kiri dan saat ini masih menjalani perawatan medis intensif.
Aksi penembakan yang diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Guspi Waker itu juga memicu kepanikan warga.
Sejumlah masyarakat memilih meninggalkan camp dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman demi melindungi keluarga dan anak-anak mereka dari ancaman kekerasan bersenjata.
Sebelum kejadian, personel Satgas TNI yang bertugas melakukan pengamanan wilayah MP 69 disebut telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan.
Dari hasil pemantauan, terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai yang diduga berasal dari kelompok bersenjata tersebut.
Tak lama kemudian, rentetan tembakan kembali dilepaskan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini Kalikuluk sehingga situasi di kawasan pemukiman warga menjadi mencekam.
Dalam kondisi tersebut, personel TNI tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dengan memprioritaskan keselamatan warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.
Proses evakuasi dilakukan terlebih dahulu sebelum aparat melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang melarikan diri ke kawasan hutan.
Di tengah kepanikan warga, prajurit TNI menemukan seorang anak perempuan dengan luka tembak di bagian bahu kiri di sekitar camp.
Korban kemudian ditandu menuju pusat pelayanan kesehatan dengan harapan dapat diselamatkan.
Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka tembak yang dideritanya.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat yang mendambakan situasi aman dan damai di Papua.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menegaskan bahwa seluruh personel Satgas TNI di lapangan tetap mengutamakan perlindungan masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan wilayah.
“Tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur dan dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban dari masyarakat sipil. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan korban luka, Irince Wandikbo, tembakan berasal dari arah Camp David di seberang sungai saat warga sedang berkumpul bersama keluarga di dalam camp.
Hingga kini, Satgas TNI Kewilayahan masih melakukan patroli pengamanan dan pendalaman terkait aksi penembakan tersebut.
Aparat juga meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas kelompok OPM pimpinan Guspi Waker yang diduga berupaya menciptakan teror di wilayah Kalikuluk dan sekitarnya.













