Aparat gabungan terus melakukan pencarian korban yang hanyut akibat putusnya Jembatan Gantung Wouma
Tabloidbnn.info.Wamena, – Aparat gabungan terus melakukan pencarian korban yang hanyut akibat putusnya Jembatan Gantung Wouma di Kali Uwe, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Hingga kini, dari 35 korban yang berhasil ditemukan baru sebanyak sembilan orang, sementara 26 lainnya masih dalam pencarian.
Dari sembilan korban yang telah ditemukan, tiga di antaranya sudah dimakamkan sesuai tradisi masyarakat Pegunungan Tengah melalui prosesi pembakaran jenazah.
Proses pencarian dilakukan oleh personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua bersama personel Polres Jayawijaya dan BPBD Kabupaten Jayawijaya.
Mereka menyisir sepanjang bantaran Kali Uwe hingga area sekitar lokasi jembatan yang putus.
Pencarian berlangsung dalam kondisi medan berat dengan arus sungai yang deras serta cuaca yang tidak menentu.
Meski demikian, aparat gabungan tetap berupaya maksimal demi menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya.
Tim SAR juga menggunakan peralatan seadanya dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel di lapangan.
Danki 4 Brimob Pelopor, Iptu. Kristofol R. Lewerissa, menyatakan personel Brimob akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait dalam proses pencarian maupun menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Jayawijaya tetap kondusif.
“Personel Brimob akan terus membantu proses pencarian korban bersama instansi terkait serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman,” ujarnya.
Sementara itu, warga asal Kabupaten Lanny Jaya dijadwalkan ikut melakukan pencarian terhadap puluhan korban lain yang hingga kini belum ditemukan.
Pencarian dilakukan dengan menyisir pinggiran Kali Uwe hingga ke Muara Kali Baliem.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat terbatas yang digelar Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Polres Lanny Jaya, Polres Jayawijaya, LMA Lanny Jaya, LMA Jayawijaya, DPRK Jayawijaya dan pengurus Gereja Baptis.
Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere mengatakan insiden putusnya jembatan gantung tersebut sangat merugikan masyarakat serta mengganggu aktivitas perekonomian di Jayawijaya.
“Kami meminta keluarga Kurima yang ada di Wouma untuk tidak membuat gerakan tambahan atau memicu konflik agar keluarga dari Lanny Jaya bisa fokus mencari 26 korban yang belum ditemukan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh pihak menahan diri demi menghindari konflik susulan saat proses pencarian berlangsung.
Di tempat yang sama, Kapolres Lanny Jaya F.D Tamaila berharap masyarakat dapat menghormati proses pencarian yang dilakukan keluarga korban bersama aparat keamanan.
Menurutnya, dalam proses pencarian kemungkinan akan ada teriakan adat atau panggilan arwah korban yang dilakukan keluarga, sehingga masyarakat diminta tidak terpancing emosi yang dapat memicu bentrokan baru.
“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan memberi ruang kepada keluarga korban untuk mencari anggota keluarganya yang belum ditemukan,” katanya.
Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga juga mengimbau masyarakat agar fokus pada upaya kemanusiaan dan menjaga keamanan selama proses pencarian berlangsung. (red)













