Tabloidbnn.info. Timika. Perdakhi Keuskupan Timika bersama para tokoh masyarakat mendeklarasikan Kampung Nawaripi bebas malaria di tahun 2030 empat tahun mendatang.
Dalam deklarasi ini para penanggungjawab program ini mendiskusikan langkah-langkah yang patut dilakukan dalam empat kedepan ini.
Program Managemen SSR Paroki St Stefanus Sempan, Yohanes Erwin Prayogo Raharusun, usai kegiatan kepada wartawan, Kamis (21/5/2026) mengatakan, kegiatan hari ini dihadiri oleh tokoh-tokoh dari Kampung Nawaripi, perwakilan RT, tokoh agama, dewan gereja St Agustinus Nawaripi, aparat Kampung Nawaripi, aparat distrik Wania, Babinportdirga Erka Kasimirus Anitu, Puskesmas Wania. Kehadiran para stakeholder ini untuk mendeklarasikan Nawaripi bebas malaria.
Menurut Yohanes Erwin, pihaknya telah bekerja selama ini bersama puskesmas Wania, PHD PTFI, Kampung Nawaripi dan Pemerintah Distrik Wania. Termasuk pekerjaan kebersihan lingkungan kampung.
Kata dia kegiatan masih jalan hingga tahun 2030 adalah diskusi bersama tokoh-tokoh, pemeriksaan malaria oleh kader malaria Perdakhi, ada program gotong royong tiap bulan di Kampung Nawaripi dengan bekerjasama dengan PTFI, PHD PTFI, Puskesmas Wania, Pemerintah distrik Wania dan Pemerintah Kampung Nawaripi.
Dia menambahkan ada beberapa isu yang menjadi penekan utama untuk menekan dan mengeliminasi malaria antara lain masalah drainase yang.dibangun menjadi tempat penampung air sehingga nyamuk anopheles berkembang biak sangat cepat. Kemudian pola hidup sehat masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar pemukiman mereka yang bersih. Sampah tidak boleh buang dalam drainase, dan rumput dipinggir tempat tinggal harus dibersihkan sehingga keliatan rapi dan indah.
Berdasarkan hasil diskusi hari ini terang dia telah ada kesepakatan bersama melalui penandatanganan kesepakatan bersama Kampung Nawaripi bebas malaria tahun 2030. Penyebaran bubuk abate di tempat genangan air, Kemudian ada kunjungan sosial kepada warga di kampung, soal drainase yang ada dalam kampung.apakah dapat ditanggulangi secara bersama antara warga dan pemerintah kampung dalam waktu singkat, atau butuh bantuan dari pemerintah distrik atau kabupaten. Terakhir ada clean Friday yang dicanangkan Pemerintah Distrik dan masih berjalan di kampung hingga kini.
” Inilah agenda bersama yang akan kita laksanakan dalam waktu mendatang dan pendekatan diskusi serta edukasi tetap kita laku di beberapa waktu mendatang,” terang dia. (red)













