Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo
Tabloidbnn.info. Timika, – Sebanyak 10 pendulang emas tewas dalam aksi penyerangan di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Aparat gabungan kini fokus melakukan evakuasi korban, pencarian warga yang dilaporkan selamat, serta mendorong para pelaku.
Berdasarkan hasil investigasi awal dan analisis video yang beredar, pelaku diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka. Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boven Digoel terus berkoordinasi untuk mendukung proses penyelidikan, pengamanan wilayah, serta penyelamatan korban.
Meski lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, akses lokasi menuju diketahui lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Kondisi geografis yang berat dan kawasan hutan lebat membuat proses evakuasi dilakukan dengan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju titik kejadian.
Pos aju dan titik evakuasi sementara dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan guna mempercepat pencarian dan evakuasi korban.
Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, aparat juga melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, seluruh personel diminta memaksimalkan proses evakuasi dan pencarian guna memastikan situasi tetap terkendali.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi korban meninggal dunia, serta melakukan aktivitas terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujarnya.
Ia menyebut medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan di lapangan sehingga seluruh personel diminta tetap mengedepankan keselamatan.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau pencurian ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” tuturnya.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang tidak memiliki aktivitas resmi dan selama ini sering menjadi lokasi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti perkembangan resmi dari aparat.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” katanya.
Menurut petugas, peristiwa serupa sudah berulang kali terjadi dan memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi. Selain berada di kawasan hutan lindung tanpa aktivitas resmi, wilayah tersebut juga sering menjadi lokasi aksi teror, ancaman kekerasan hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata.(Red)













