Tabloidbnn.info| Aceh Tamiang – Toyota Indonesia menyerahkan bantuan berupa tiga unit ambulans Toyota Kijang Innova kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (3/6/2026).
Langkah ini dilakukan guna mendukung percepatan pemulihan fasilitas publik pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang sempat melanda wilayah tersebut. Bantuan armada medis ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan sekaligus mempercepat mobilisasi penanganan medis bagi masyarakat selama masa pemulihan yang masih terus berjalan.
Penyerahan unit ambulans dilakukan langsung oleh Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, yang didampingi Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya, kepada Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra SA, Sp.PD.
Prosesi serah terima ini disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., beserta jajaran pejabat daerah dan pemangku kepentingan sektor kesehatan setempat.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyampaikan empati mendalam sekaligus komitmen perusahaan terhadap pemulihan wilayah terdampak bencana.
”Kami memahami bahwa proses pemulihan pascabencana adalah perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Melalui langkah kecil dengan donasi tiga unit ambulans Toyota Kijang Innova ini, kami berharap dapat membantu kelancaran mobilitas penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang, sehingga mereka dapat segera beraktivitas normal kembali,” ujar Nandi.
Nantinya, ketiga unit ambulans ini akan diintegrasikan secara penuh untuk mendukung operasional harian RSUD Muda Sedia. Cakupan operasionalnya meliputi optimalisasi layanan rujukan pasien, transportasi medis darurat, hingga pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.
Aksi kepedulian ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program bantuan kemanusiaan, Toyota Indonesia bersama jaringan perusahaan pemasok (supplier) yang telah diinisiasi sejak fase tanggap darurat (emergency response).
Memasuki fase pemulihan (recovery), Toyota Indonesia menegaskan fokusnya untuk terus menyalurkan kontribusi yang relevan dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat serta pembenahan fasilitas publik di zona terdampak.
“Di tengah situasi penuh tantangan seperti proses pemulihan ini, Toyota Indonesia berharap dapat terus hadir. Tidak hanya sebagai penyedia mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari harapan dan upaya pemulihan di saat dukungan tersebut paling dibutuhkan,” pungkas Nandi.
Dikesempatan sama, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, beserta seluruh jajaran manajemen Toyota.
”Bencana banjir pada akhir tahun lalu telah merusak sebagian objek vital daerah, termasuk sarana pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Pemerintah Daerah memahami betul bahwa rumah sakit adalah ujung tombak hak dasar warga. Bantuan dari Toyota ini ibarat ‘nutrisi semangat’ agar kinerja petugas medis kami bangkit kembali,” ungkap Bupati Armia Pahmi.
Bupati juga menginstruksikan manajemen RSUD Muda Sedia agar menjaga dan merawat fasilitas ambulans baru ini dengan sebaik-baiknya. “Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah adalah kunci utama akselerasi pemulihan pasca-bencana. Gunakan fasilitas ini semata-mata untuk pelayanan masyarakat secara cepat, prima, dan tanggap,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika Putra SA, Sp.PD, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada PT TMMIN atas kepedulian yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa bencana banjir hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu sempat melumpuhkan fasilitas kesehatan setempat.
”Banjir besar tersebut merusak delapan armada ambulans kami, sehingga operasional rujukan pasien mengalami gangguan berat. Padahal, angka rujukan pasien terus meningkat, dari rata-rata 660 rujukan pada tahun 2015, melonjak hingga 730 rujukan per bulan pada tahun 2025,” ujar dr. Andika.
Ia menceritakan, pada masa-masa sulit pasca-bencana, tenaga kesehatan mengalami kendala besar dalam proses evakuasi. Bahkan pada beberapa kondisi darurat, keterbatasan armada memaksa evakuasi pasien dilakukan menggunakan kendaraan seadanya seperti becak motor.
”Bantuan ambulans hari ini memiliki arti yang sangat besar. Bukan sekadar tambahan kendaraan operasional, melainkan sebuah harapan baru bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan dan penyelamatan nyawa masyarakat Aceh Tamiang,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH; perwakilan Dandim 0117/Atam (Danramil 02/Krb Kapten Inf Faisal Hadi); perwakilan Kapolres Aceh Tamiang (Kabag Ops Kompol Simson Purba, SH); serta perwakilan Kajari (Kasi Intel Johanes Aritonang, SH, MH).
Hadir pula dari pihak korporasi, Direktur PT TMMIN I Nyoman Winaya; Presiden Direktur PT Dunia Barusa Fouzi Muhammad; perwakilan Auto 2000; serta tokoh masyarakat Ketua MPU Aceh Tamiang Syahrizal Darwis; dan Ketua MAA Aceh Tamiang Drs. H. Muhammad Djuned Thahir.(Abdul Karim).













