Tabloidbnn.info. Jayapura, – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor terus bertambah.
Hingga Selasa (2/6), korban jiwa tercatat menjadi enam orang setelah satu korban luka, Mina Puadi (51), meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Biak.
Korban sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis akibat luka yang dialami setelah ledakan terjadi.
Namun kondisi kesehatannya terus menurun akibat luka dalam yang cukup serius.
Tim dokter menemukan patah tulang rusuk sebelah kiri dan pendarahan pada organ limpa sehingga korban harus menjalani operasi darurat pada Senin (1/6) sekitar pukul 15.00 WIT.
Usai operasi, kondisi Mina Puadi sempat stabil. Namun beberapa jam kemudian kondisinya kembali memburuk hingga harus dirawat intensif di ruang ICU menggunakan ventilator.
Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari pukul 04.06 WIT.
Bertambahnya jumlah korban meninggal dunia memperdalam duka masyarakat atas tragedi ledakan bom sisa Perang Dunia II yang terjadi di kawasan perikanan tersebut.
Selain menewaskan enam orang, ledakan juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka dan hingga kini masih ada tiga korban yang dilaporkan belum ditemukan.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan proses penanganan masih terus dilakukan secara maksimal.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan lokasi kejadian aman melalui proses sterilisasi yang dilakukan Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua,” ujarnya.
Sebagai langkah pengamanan pascaledakan, Sat Brimob Polda Papua mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi kejadian.
Tim yang dipimpin AKP Sem Hanasbey tiba di Bandara Frans Kaisiepo Biak pada Senin sore dan langsung berkoordinasi dengan Polres Biak Numfor serta unsur pengamanan lainnya.
Sterilisasi dilakukan guna memastikan tidak ada lagi material berbahaya maupun sisa bahan peledak yang berpotensi mengancam keselamatan warga dan petugas di lapangan.
Penyisiran juga dilakukan untuk mendukung proses pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung.
Sementara itu, Sidokkes Polres Biak Numfor terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak melalui pemeriksaan medis, konsultasi kesehatan, hingga pembagian obat-obatan dan vitamin bagi warga di sekitar lokasi ledakan.
Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun memindahkan benda mencurigakan yang diduga sisa bahan peledak.
Warga diminta segera melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan benda berbahaya agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Saat ini proses pencarian korban, sterilisasi lokasi ledakan, dan pengamanan kawasan terdampak masih dilakukan secara terpadu oleh TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (Red).













