Wabup Kemong Siapkan Satgas Khusus, Penanganan Stunting di Mimika Akan Terpusat dan Terukur

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.Timika,– Pemerintah Kabupaten Mimika berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus percepatan penurunan stunting guna menyatukan seluruh program penanganan stunting yang selama ini dijalankan oleh berbagai pihak.

Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Mimika yang juga Wakil Bupati, Emanuel Kemong mengatakan, pembentukan Satgas menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan kerja organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan berbagai mitra pembangunan agar bergerak dalam satu arah dengan menggunakan data yang sama.

“Selama ini masing-masing pihak berjalan dengan perencanaan sendiri. Antara OPD, mitra, maupun LSM belum duduk bersama menyusun satu kesepakatan dan menggunakan satu data yang sama. Ini yang menjadi tantangan utama,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Hasanuddin, Selasa (2/6/2026).

Meski angka stunting di Mimika menunjukkan tren penurunan, Emanuel mengakui masih ditemukan berbagai persoalan di sejumlah wilayah, seperti Distrik Kwamki Narama, Wania, dan kawasan pesisir Pomako.

Menurut dia, stunting bukan hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi faktor lain seperti sanitasi lingkungan, pola hidup sehat, kondisi rumah tinggal, hingga akses terhadap air bersih.

“Stunting merupakan persoalan yang kompleks. Tidak hanya soal makanan bergizi, tetapi juga menyangkut kebersihan lingkungan, sanitasi, dan perilaku hidup sehat masyarakat. Karena itu diperlukan koordinasi yang kuat agar penanganannya tepat sasaran,” tuturnya.

Melalui Satgas yang akan dibentuk, seluruh program penanganan stunting nantinya berada dalam satu sistem koordinasi dan pengawasan yang terintegrasi.

“Kami ingin semua pihak yang bekerja di bidang penanganan stunting masuk dalam satu wadah. Anggaran tetap dikelola masing-masing instansi, tetapi pelaksanaan dan pengawasannya harus terkoordinasi sehingga hasilnya bisa diukur dengan jelas,” katanya.

Selain membentuk Satgas, Pemkab Mimika juga akan menggelar pertemuan lintas sektor untuk menyusun rencana kerja bersama sekaligus menentukan wilayah prioritas yang menjadi fokus intervensi.

Emanuel menjelaskan, pendekatan yang akan diterapkan yakni penanganan terpusat pada satu wilayah dalam periode tertentu sebelum diperluas ke daerah lain.

“Kita akan tentukan satu wilayah prioritas, lalu seluruh pihak fokus bekerja di sana selama enam bulan. Setelah dievaluasi dan target penurunan stunting tercapai, baru kita bergerak ke wilayah berikutnya. Wilayah yang berhasil nantinya bisa menjadi model bagi daerah lain di Mimika,” pungkasnya.(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *