Tablodbnn.info, Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Pembinaan SMK menyelenggarakan Lomba Kompetensi Kewirausahaan Siswa jenjang SMK Tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK 3 Banda Aceh Selasa Banda Aceh, 03 /11/ 2024
Perlomba ini berlangsung empat hari, 3-6 Desember 2024 di SMK 3 Banda Aceh, yang di ikuti 32 SMK Negeri se- Aceh, Pada lomba ini dibagi dua bidang lomba, yaitu dibagi dua bidang lomba bidang produksi jasa dan produksi barang.
Acara yang buka Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Dr. Asbaruddin, M.Eng, dalam tulisannya, ia berharap bahwa melalui lomba ini, kualitas pendidikan SMK di Aceh dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi mikro masyarakat Aceh dan mendorong inovasi dalam pembelajaran kewirausahaan, baik bagi siswa maupun guru.
Selain itu, Kepala bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Asbaruddin,S.TP.,MM.,M.Eng. Untuk menjaring dan melihat proses unit produksi unggulan dan mampu mengelola proses produksi di teaching factory (Tefa) secara fleksibel dan SMK yang sudah yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
Untuk kegiatan lomba bidang produksi jasa berakhir Jum’at (6/12) pagi, selanjutnya ada perlomba di sesi kedua,hal ini yang pertama kali dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Pembinaan SMK.
Kompetisi ini dibagi menjadi dua tahap, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa serta guru dalam bidang kewirausahaan. Diharapkan, SMK BLUD dapat menjadi wadah bagi sekolah-sekolah untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan yang dapat mendukung perekonomian lokal dan regional. Ujarnya Kabid SMK
Dr. Asbaruddin, penyelenggaraan lomba ini diharapkan dapat berlangsung dengan disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab, sehingga juara yang terpilih benar-benar mencerminkan profesionalisme dalam bidang kewirausahaan, dan mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini untuk menjaga netralitas dan sportivitas, menciptakan atmosfer yang sehat dan kompetitif. Lomba ini mengambil tema “Industri dalam SMK Aceh”. Tema ini bermakna harapan agar SMK BLUD memiliki kesempatan untuk membangun etos jerja siswa SMK.

Sementara, lomba tahap pertama ini ditutup Kadis Pendidikan Aceh Marthunis, ST, DEA Jum’at pagi di Aula SMKN 3 Banda Aceh, sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang 1,2, dan 3.
Dari hasil keputusan Dewan Juri dalam lomba kewirausahaan ini yang terdiri dari perwakilan Direktorat PSMK, Dinas Pendidikan Aceh, UPTD PTKK, Biro Keuangan, Biro Ekonomi, serta Asosiasi profesi (DUDI) pihak lainnya.
Setelah SMKN 3 Banda Aceh meraih juara 1 dan SMKN 1 Peusangan Bireuen berhasil meraih Juara 2 dan SMKN 2 Langsa mendapat peringkat 3 pada Lomba Kewirausahaan SMK Produksi Jasa Se- Provinsi Aceh ditahun 2024.
Kepada pemenang diberikan uang pembinaan masing juara 1 sebesar 6 juta, juara 2 srbesar 4 juta, juara 3 sebesar 3 juta, dan masing-masing juara
Penutupan acara ini perlombaan ini akan ditutup oleh, Kadis Pendidikan Aceh Marthunis, dalam sambutannya, Ia berharap peran aktif guru dalam membimbing siswa untuk mengembangkan ide-ide kewirausahaan, selain meningkatkan keterampilan praktis, lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kreatif dan inovatif, serta mempersiapkan siswa – siswa untuk menjadi wirausahawan muda yang dapat menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi antara Sekolah, Pemerintah, dan dunia usaha dapat memberikan pembekalan yang lebih holistik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Ungkapanya.
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan yang dapat mendukung perekonomian lokal dan regional. Melalui kompetisi ini, diharapkan lebih banyak peluang kerja tercipta bagi masyarakat Aceh, dengan mendorong siswa untuk menghasilkan produk inovatif yang memiliki daya saing tinggi.
Di acara tersebut turut hadir oleh Kadis Pendidikann Aceh, perwakilan Direktorat PSMK, UPTD PTKK Aceh, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Biro Keuangan, Biro Ekonomi, serta Asosiasi profesi (DUDI)
Ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan. Diharapkan hasil dari kompetisi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi peserta, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.(MZ)












