Arah Pembangunan Mimika 2026: Infrastruktur Dikebut, SDM Ditingkatkan, Ekonomi Kampung Diperkuat

  • Bagikan

Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang

Tabloidbnn.info.Timika,  — Pemerintah Kabupaten  melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menegaskan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 dengan fokus pada percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan ekonomi berbasis kampung.

Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, mengatakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah tahun ini adalah membuka akses antarwilayah, khususnya di distrik-distrik yang selama ini masih tergolong teris

Menurutnya, sejumlah proyek strategis mulai digerakkan, di antaranya pembangunan ruas jalan penghubung Distrik Agimuga dengan Fakafuku.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan perencanaan pengembangan akses jalan dari Mimika menuju Agimuga.

“Program prioritas dari Bupati itu fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, jadi kita dorong pembukaan akses antarwilayah,” ujar Septinus.

Meski demikian, ia menegaskan pembangunan infrastruktur tetap harus memperhatikan aspek lingkungan.

Kawasan Distrik Agimuga diketahui memiliki status hutan lindung dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk ratusan spesies flora dan fauna yang perlu dijaga kelestariannya.

“Kami harus berhati-hati, karena pembukaan akses ini berpotensi mempengaruhi ekosistem alam. Makanya harus melalui koordinasi dengan kementerian terkait, supaya pembangunan bisa berjalan tanpa merusak lingkungan,” jelasnya.

Selain fokus pada infrastruktur, Pemkab Mimika juga memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas SDM.

Upaya tersebut mencakup penanganan stunting, peningkatan mutu pendidikan, hingga penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kampung.

Bappeda bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) saat ini tengah menyusun kajian untuk mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga ke level kampung.

Langkah ini diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong konsep one district one product atau satu distrik satu produk unggulan.

Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi lokal di 18 distrik di Mimika agar memiliki nilai tambah ekonomi dan daya saing yang lebih kuat.

“Program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, wilayah Mimika yang luas dengan persebaran penduduk yang tidak merata menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan.

Karena itu, strategi pembangunan diarahkan dari kampung menuju kota, sesuai visi Bupati dan Wakil Bupati Mimika.

“Kita harapkan dukungan dari masyarakat supaya pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya. (mas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *