BPJN Aceh dan Pemkab Aceh Tamiang Pacu Empat Proyek Rekonstruksi Infrastruktur Strategis

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | ​Aceh Tamiang – Sinergi antara Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus diperkuat. Fokus utama pada Tahun Anggaran 2026 ini adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur guna memulihkan jalur logistik lintas provinsi serta penataan sistem drainase perkotaan pascabanjir bandang.

​Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BPJN Aceh Kepala Satker pembangunan Jalan Nasional Wilayah I Aceh, Riski Anugrah, ST, MT mengungkapkan bahwa progres fisik di lapangan mulai menunjukkan hasil signifikan. Dari total target penanganan sepanjang 16 km, pengaspalan pada ruas-ruas krusial telah rampung sepanjang 3 km.

​”Fokus kami bukan sekadar pengaspalan ulang, melainkan revitalisasi jalur protokol dua jalur di Kota Tamiang secara menyeluruh. Kami mengintegrasikan pembangunan drainase yang mumpuni sebagai solusi jangka panjang mitigasi banjir,” ujar Kasatker BPJN Aceh dalam audiensi yang berlangsung Jumat (24/04/2026).

​Ia menambahkan bahwa seluruh program penanganan jalan dan jembatan ini merujuk pada rencana induk infrastruktur pusat guna memastikan konektivitas wilayah perbatasan tetap terjaga, ungkap Riski Anugrah.

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menguraikan rincian titik pembangunan yang menjadi prioritas tahun ini.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya di gerbang masuk Provinsi Aceh dari arah Sumatera Utara.

​Adapun rincian proyek infrastruktur strategis tahun 2026 meliputi: ​Peningkatan Jalan Nasional: Penanganan ruas jalan sepanjang 16 km, membentang dari perbatasan Kota Langsa hingga perbatasan Sumatera Utara.

​Transformasi Jembatan: Pembangunan permanen Jembatan Lubuk Sidup dan Jembatan Baleng Karang, serta rehabilitasi intensif Jembatan Pematang Durian.

​Penataan Tata Kota: Rekonstruksi jalan dan drainase di wilayah Kota Kualasimpang, serta revitalisasi jalur ganda di Karang Baru yang kini dilengkapi fasilitas pedestrian (trotoar) modern.

​Optimasi Jalur Bukit Seumadam: Penurunan elevasi (ketinggian) dan pelebaran jalan di titik rawan Bukit Seumadam untuk memudahkan kendaraan bermuatan berat, sekaligus menekan angka kecelakaan di tanjakan ekstrem tersebut.

​Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah taktis BPJN Aceh. Pemulihan infrastruktur ini diyakini akan menjadi katalisator kebangkitan ekonomi masyarakat yang sempat lesu akibat kendala logistik pascabencana.

​”Kami mengapresiasi kolaborasi yang solid dengan BPJN Aceh. Dengan infrastruktur yang lebih tangguh dan modern, Aceh Tamiang tidak hanya sekadar pulih, tetapi akan bangkit lebih kuat sebagai beranda depan Provinsi Aceh,” tegas Armia Pahmi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *