Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Aceh Tamiang berlangsung kondusif dengan pendekatan yang inovatif. Rencana aksi unjuk rasa (unras) oleh serikat buruh dan pekerja berhasil ditransformasikan menjadi agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRK Aceh Tamiang, Kamis (7/5/2026).
Perubahan format penyampaian aspirasi ini merupakan inisiatif langsung dari Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H. Melalui pendekatan humanis, Kapolres membangun komunikasi efektif dengan pengurus serikat buruh dan Ketua DPRK Aceh Tamiang untuk mengalihkan aksi turun ke jalan menjadi dialog formal yang lebih produktif.
AKBP Muliadi menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil dengan mempertimbangkan situasi wilayah Aceh Tamiang yang saat ini tengah fokus pada percepatan pemulihan pasca-bencana alam.
”Pertimbangan utama kami adalah meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guankamtibmas). Kami ingin mencegah munculnya isu-isu tidak sehat yang dapat memperkeruh suasana di tengah upaya pemerintah daerah melakukan pemulihan,” ujar AKBP Muliadi, Jumat (8/5/2026).
Kapolres menambahkan bahwa saat ini Aceh Tamiang sedang dalam masa pembenahan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menghambat kinerja pemerintah dalam memulihkan berbagai sektor terdampak bencana.
”Terima kasih atas kerja sama dan pengertian rekan-rekan serikat buruh serta para pekerja. Mereka memahami situasi daerah kita. Saya yakin dialog ini membawa hikmah yang lebih baik bagi semua pihak,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Kondusifitas wilayah sangat diperlukan agar dukungan terhadap percepatan pemulihan pasca-bencana alam dapat berjalan maksimal tanpa hambatan keamanan.(Abdul Karim).













