Tabloidbnn.info.TIMIKA — Menjelang proses pemilihan ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia di Kabupaten Mimika, suara kritis datang dari kalangan pemuda adat. Ketua Aliansi Pemuda Amungsa (APA), Hellois Kemong, menegaskan bahwa jabatan ketua KNPI harus diberikan kepada Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki kapasitas, rekam jejak, dan komitmen terhadap kepentingan pemuda serta masyarakat.
Hellois menyatakan, posisi strategis organisasi kepemudaan tidak boleh dikuasai melalui pola hutang politik maupun intervensi kekuasaan partai politik. Menurutnya, KNPI harus berdiri sebagai ruang independen yang melahirkan pemimpin muda melalui proses demokrasi yang sehat, bukan transaksi kekuasaan.
“Ketua KNPI harus lahir dari mekanisme yang bersih. Bukan karena titipan partai, bukan karena hutang politik. Pemuda butuh pemimpin yang hadir karena kapasitas dan kepercayaan, bukan karena kepentingan elite,” ujar Hellois Kemong.
Ia secara khusus meminta masyarakat nusantara yang tinggal di Mimika untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak daerah, terutama dari suku Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat, agar tampil memimpin organisasi yang mewakili suara generasi muda.
Dalam pandangan APA, momentum pemilihan ketua KNPI menjadi ujian nyata bagi komitmen keberpihakan terhadap OAP. Jika ruang organisasi pemuda masih dikendalikan kekuatan eksternal atau kepentingan partai, maka semangat regenerasi kepemimpinan lokal hanya menjadi slogan tanpa pelaksanaan.
Hellois menekankan bahwa bakal calon ketua harus dinilai berdasarkan visi, misi, dan kemampuan mempersatukan pemuda lintas kelompok. Ia menilai KNPI memiliki fungsi strategis sebagai wadah konsolidasi generasi muda dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, sehingga pemimpinnya harus lahir dari legitimasi yang kuat.
Seruan tersebut dinilai sejalan dengan semangat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang memberi ruang afirmasi bagi Orang Asli Papua dalam berbagai sektor, termasuk partisipasi sosial dan politik di daerahnya sendiri.
“Kalau KNPI mau menjadi rumah bersama pemuda, maka prosesnya harus demokratis. Pemimpinnya harus benar-benar mampu membawa arah pemuda dengan baik, menyatukan kekuatan sosial, dan menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah secara jujur,” katanya.
Pernyataan APA ini sekaligus menjadi peringatan keras agar pemilihan KNPI Mimika tidak dijadikan arena konsolidasi kepentingan politik praktis. Sebab, menurut Hellois, ketika organisasi pemuda dikuasai sistem balas jasa dan kekuatan partai, maka suara anak-anak asli daerah kembali terpinggirkan di tanahnya sendiri.(Erwin)













