Tabloidbnn.info. MIMIKA, PAPUA TENGAH. Upaya mendorong lahirnya generasi akademisi unggul terus digelorakan oleh Pengurus Komisariat Abdiel Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Timika melalui kegiatan Seminar Penyusunan Jurnal Terindeks SINTA/Scopus dan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Era Akademik Modern.
Kegiatan yang berlangsung di Institut Jembatan Bulan ini menghadirkan pemateri inspiratif, Bung Michael Haratua Rajagukguk, seorang senior GMKI yang juga berkiprah sebagai peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya keterampilan menulis ilmiah sebagai pintu masuk menuju pengakuan akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman dan mulai aktif menghasilkan karya ilmiah yang terstruktur, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman. “Publikasi ilmiah bukan hanya soal akademik, tetapi juga kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Seminar ini dihadiri oleh kader, pengurus komisariat, serta pengurus cabang GMKI Timika. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang hidup, terutama dalam memahami teknik penyusunan jurnal yang memenuhi standar indeksasi SINTA dan Scopus.
Ketua Komisariat Abdiel, Bung Ferly Toisuta, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa seminar ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya literasi ilmiah di lingkungan GMKI.
Lebih dari itu, ia juga mengingatkan pentingnya fondasi spiritual dalam setiap proses pembelajaran. “Kami berharap seluruh kader tetap mengandalkan Sang Kepala Gerakan, Tuhan Yesus Kristus, serta setia dalam pelayanan di GMKI Rumah Biru. Iman dan intelektualitas harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen GMKI Timika dalam mencetak kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga unggul dalam bidang akademik. Dengan menggabungkan semangat pelayanan dan keilmuan, GMKI optimistis mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai iman.
Langkah kecil dari Mimika ini menjadi pesan besar: bahwa dengan tekad, kolaborasi, dan integritas, mahasiswa daerah pun mampu menembus panggung dunia melalui karya dan pemikiran ilmiah.(Erwin)













