Pemukulan Tifa oleh Uskup Mimika bersama Wakil Bupati Mimika dan Senior VP Sustainable Development PTFI sebagai simbol penutupan kegiatan.
Tabloidbnn.info.Timika, – Lokakarya pendidikan yang digelar Keuskupan Timika resmi berakhir dengan membawa semangat perubahan dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut ditutup langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, di Aula Keuskupan Mimika, Jalan SP2, Kamis (16/4) malam.
Penutupan berlangsung dalam suasana reflektif, menyoroti dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang di tengah perubahan sosial, pesatnya kemajuan teknologi, serta berbagai tantangan kemanusiaan.
Dalam konteks ini, peran Gereja dan lembaga keagamaan dinilai semakin strategis, tidak hanya dalam pewartaan iman, tetapi juga dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Kemong mengajak seluruh pihak untuk memaknai lokakarya ini sebagai bagian dari gerakan bersama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan Katolik di Kabupaten Mimika.
Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, nilai-nilai iman, dan kepekaan sosial.
“Lokakarya ini harus menjadi pijakan baru untuk menyiapkan generasi Mimika yang mampu menjawab tantangan zaman dengan bijaksana,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Wabup Kemong, membuka ruang kerja sama dengan Keuskupan Timika serta berbagai elemen masyarakat guna menghadirkan perubahan nyata di sektor pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, menilai hasil lokakarya sebagai langkah awal menuju kerja bersama yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai persoalan pendidikan berhasil dipetakan, sekaligus dirumuskan langkah-langkah strategis untuk ditindaklanjuti.
Menurutnya, keberhasilan implementasi hasil lokakarya sangat ditentukan oleh sinergi antara keuskupan, yayasan pendidikan, sekolah, masyarakat, serta dukungan dunia usaha seperti PT. Freeport Indonesia.
“Kolaborasi ini penting agar dampaknya dapat dirasakan luas, khususnya bagi generasi muda di PapuaTengah,” ujarnya.
Lokakarya ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar pelaku pendidikan, sekaligus memperkuat peran Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) di wilayah Papua Tengah.
Sejumlah gagasan dan inovasi pendidikan pun lahir dari forum tersebut, yang diharapkan dapat dikembangkan melalui jejaring kerja sama yang saling menguatkan.
Senior Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, menjelaskan hasil lokakarya merumuskan tiga fokus utama, yakni penguatan tata kelola pendidikan, penyusunan strategi program jangka pendek hingga panjang, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Ia menambahkan, hasil tersebut diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya suku Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya, termasuk masyarakat Papua secara luas melalui sekolah-sekolah yang dikelola Keuskupan Timika.
Dengan berakhirnya lokakarya ini, dukungan terhadap pengembangan pendidikan di Mimika diharapkan terus berlanjut melalui sinergi antara pemerintah daerah, Keuskupan, dan PT Freeport Indonesia, demi meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan berkelanjutan bagi generasi muda di Tanah Papua. (moa)












