Longsor Mengakibatkan Jalan Tembagapura – Banti Terputus, Evakuasi Medis Jadi Perhatian Serius Pemkab Mimika

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.Timika, – Ruas jalan penghubung Tembagapura – Banti – Kimbeli di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, PapuaTengah, terputus akibat longsor yang dipicu curah hujan tinggi, Senin (27/4).

Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mimika karena jalur tersebut merupakan akses vital, khususnya untuk evakuasi medis.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menggerus tanggul di sisi jalan hingga melemahkan struktur penahan tanah.

“Curah hujan cukup tinggi sehingga tanggul di sisi jalan tidak mampu menahan tanah. Dampaknya jalan ikut tergerus dan belum bisa dilalui kendaraan,” ujar Bupati Rettob.

Material longsor menutup badan jalan sehingga kendaraan belum dapat melintas.

Meski demikian, jalur tersebut masih bisa dilalui pejalan kaki dengan kehati-hatian tinggi.

Terputusnya akses ini berdampak langsung pada pelayanan kesehatan, terutama jalur rujukan pasien dari Rumah Sakit Banti menuju Tembagapura hingga Timika.

Pemerintah menilai kondisi ini berpotensi menghambat evakuasi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.

“Ini bukan sekadar akses biasa, tetapi jalur penting untuk rujukan medis. Karena itu penanganannya harus cepat,” tegasnya.

Gandeng Freeport Percepat Penanganan

Pemerintah Kabupaten Mimika telah berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk mempercepat proses penanganan di lokasi.

Upaya pembukaan akses jalan sudah mulai dilakukan sejak sehari sebelumnya.

Selain itu, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal.

Jika kondisi cuaca membaik dan tidak terjadi hujan susulan, perbaikan jalan ditargetkan rampung dalam waktu dekat sehingga kendaraan kembali dapat melintas.

Pemerintah berharap proses perbaikan berjalan lancar tanpa hambatan berarti agar akses vital tersebut segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal. (moa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *