Foto bersama usai kegiatan koordinasi penanganan stunting di Kantor Bappeda Mimika.
Tabloidbnn.info.Timika, – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Mimika terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, mitra pembangunan, hingga masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Kantor Bappeda Mimika, Kamis (23/4).
Pertemuan ini menjadi wadah strategi untuk menyatukan persepsi sekaligus merumuskan arah kebijakan bersama dalam penanganan stunting yang lebih efektif dan terintegrasi di wilayah Mimika.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang terencana dan saling terhubung antar sektor.
Ia menyebut, kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 menjadi landasan penting dalam menyusun langkah-langkah strategi di tingkat daerah.
Menurutnya, kualitas data yang akurat, keterpaduan program, serta keselarasan penganggaran menjadi kunci agar setiap intervensi dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa seluruh program yang dijalankan benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan, sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Wabup Kemong juga mengakui bahwa tantangan geografis Mimika yang luas, ditambah keterbatasan akses di sejumlah wilayah, serta belum meratanya layanan dasar seperti kesehatan, gizi, sanitasi, dan air bersih, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani bersama.
Dalam forum tersebut, para peserta turut melakukan evaluasi terhadap pencapaian program yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan serta peluang yang dapat dimaksimalkan ke depan.
Peran mitra pembangunan juga menjadi sorotan, salah satunya kontribusi Wahana Visi Indonesia melalui program PASTI Papua yang dinilai membantu perluasan jangkauan layanan, khususnya di daerah-daerah yang sulit diakses.
Selain itu, keterlibatan masyarakat di tingkat akar rumput dinilai sangat krusial. Kader Posyandu diharapkan terus aktif memberikan edukasi kepada keluarga terkait pola asuh anak, menyediakan gizi seimbang, serta pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kesepahaman lintas sektor yang dapat diterjemahkan ke dalam program nyata, terukur, dan berkelanjutan guna menekan angka stunting di Kabupaten Mimika secara bertahap. (moa)













