Tabloidbnn.info. OKU Timur.Pemerintah Kabupaten OKU Timur menegaskan komitmennya membangun sistem pendidikan yang adil, transparan, dan berintegritas melalui Penandatanganan Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang setara, sekaligus menutup celah praktik yang merusak kepercayaan publik.
Dalam momentum yang sama, pemerintah daerah juga meluncurkan aplikasi Si-Gancang, sistem layanan administrasi pendidikan berbasis elektronik yang dirancang untuk mempercepat proses pengajuan dan pengesahan dokumen sekolah secara daring. Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam tata kelola pendidikan.
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari guru, kepala sekolah, hingga orang tua, untuk menyamakan persepsi dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya, capaian prestasi siswa OKU Timur di tingkat internasional menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar. Namun, mempertahankan mutu tersebut memerlukan kerja kolektif, bukan sekadar mengandalkan individu tertentu, “Ini bukan soal siapa yang hebat, tetapi bagaimana yang sudah baik dapat ditiru dan diperluas,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya melahirkan individu yang cerdas secara akademik. Di era kecerdasan buatan, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah menjadi kunci, namun harus diiringi dengan pembentukan karakter.

“Kepintaran bisa saja disaingi oleh teknologi. Tapi etika, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan tidak dimiliki oleh mesin. Disinilah peran pendidikan menjadi sangat penting,” jelasnya.
Ia berharap para pendidik tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk kepribadian peserta didik agar mampu berinteraksi dengan baik di tengah masyarakat. Dengan demikian, lulusan pendidikan di OKU Timur diharapkan tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Wakimin, S.Pd., M.M dalam laporannya menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 merupakan momentum krusial. Ia menyebut, momen ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang untuk melakukan evaluasi komprehensif sekaligus menyusun proyeksi ke depan.
“Ini adalah saat yang tepat untuk melihat kembali apa yang sudah kita capai, sekaligus merancang langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, arah kebijakan pendidikan di OKU Timur difokuskan pada percepatan peningkatan mutu SDM yang selaras dengan visi daerah “Maju Lebih Mulia”. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengintegrasikan berbagai aspek ke dalam satu kerangka kerja yang sistematis.
Lebih lanjut, integrasi tersebut mencakup penguatan tata kelola pemerintahan, pemerataan akses digitalisasi sistem pendidikan, hingga memperhitungkan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. “Semua itu kami satukan agar pembangunan pendidikan berjalan terarah, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Rangkaian peringatan Hardiknas 2026 sendiri telah dimulai sejak 2 Mei melalui pelaksanaan upacara serentak di seluruh satuan pendidikan. Puncak peringatan tingkat kabupaten kemudian digelar di Balai Rakyat sebagai simbol kebersamaan dan refleksi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan dunia pendidikan di OKU Timur. ( Novriansyah).













