Tabloidbnn.info.TIMIKA, PAPUA TENGAH — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Timika menggelar diskusi publik bertajuk Menjawab Problem Sosial, Keamanan, dan Ekonomi di Kabupaten Mimika di Café Ceko, Distrik Mimika Baru. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan sekaligus merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Diskusi tersebut tidak sekadar menjadi agenda formal, tetapi berkembang menjadi ruang intelektual yang mempertemukan pemikiran dari akademisi, pemerintah, dan elemen masyarakat sipil. Fokus utama kegiatan ini adalah mengurai persoalan sosial, keamanan, dan ekonomi yang dirasakan masyarakat, serta mendorong lahirnya langkah konkret yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Dalam pemaparannya, akademisi Michael Hatarua Rajagukguk menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Ia mendorong mahasiswa dan aktivis untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga menjadi penggerak ide dan katalisator pembangunan di berbagai sektor.

“Pemuda harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu menyumbang gagasan dalam pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, hingga politik. Ini bukan sekadar wacana, tetapi tanggung jawab moral,” ungkapnya.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan penuh semangat. Berbagai kritik, aspirasi, serta usulan konstruktif mengemuka dari peserta yang hadir. Energi dialog yang “hangat” mencerminkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap masa depan Mimika, sekaligus menjadi tanda bahwa ruang partisipasi seperti ini sangat dibutuhkan.
Kegiatan ini dihadiri oleh beragam unsur, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP/OK), kelompok Cipayung Mimika, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kolaborasi lintas elemen ini memperkuat pesan bahwa penyelesaian persoalan daerah membutuhkan sinergi bersama, bukan kerja parsial.
Sebagai penutup, panitia menggelar pemotongan tumpeng yang menjadi simbol kebersamaan dan harapan baru, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Lebih dari sekadar seremoni, diskusi ini meninggalkan pesan kuat: bahwa suara pemuda adalah energi perubahan yang mampu mendorong Mimika menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera. (Erwin)













