Oleh : Ismail
Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia ( IPJI ) Kepri
Tabloidbnn.info.Batam. Kota Batam adalah sebuah pulau yang tidak terlalu besar, lebih kurang luas wilayah daratan 715 km2 hingga 1038 km2 dengan total wilayah administratif termasuk perairan dan pulau – pulau kecil dan mencakup Rempang Galang luas 1.575 km2 dan penduduknya semakin hari semakin bertambah, dan tidak bisa di hindari persoalan tentu semakin bertambah, jika tidak di tangani secara masif, bukan hal mustahil kedepannya akan terjadi krisis multidimensi.
Terutama Kondisi Batam saat ini dengan pertumbuhan penduduk yang tidak bisa di hindari dan peluang lapangan kerja terbatas serta proses pembangunan yang tidak terencana karena regulasi selalu berubah rubah menyebabkan proses pembangunan tidak mengacu tata ruang wilayah, disebabkan tata ruang wilayah adalah kewenangan pemerintah daerah dan DPRD, sementara adanya BP Batam sebagai Pihak Pemegang Hak pengelolaan lahan kebijakan dan lebih cenderung kepentingan pusat sehingga saat ini segala bentuk perijinan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga membuat investor untuk melakukan pembangunan terhambat.
Dari kondisi ini hingga membuat investor melakukan kegiatan usaha tidak memiliki Perijinan alias hantam kromo, potensi Kerusakan Lingkungan Hidup Batam semakin parah.Lantas siapa yang harus di salahkan?, lahan tidak dibangun BP Batam akan mencabut, sementara Perijinan seperti AMDAL, UKL UPL dan perijinan cut end fill tidak keluar.
Belum lagi Pengalokasian lahan yang masih status hutan lindung dan didaerah kisaran Waduk, potensi krisis multidimensi akan semakin besar jika tidak dipikirkan dari sekarang.
Dampak tersebut mulai terasa, apabila turun hujan deras, banjir terjadi di mana – mana dan jika tidak turun hujan atau musim kemarau, Waduk mulai surut dan penduduk semakin bertambah kebutuhan air bersih tentu semakin bertambah.
Batam butuh pemimpin yang peka terhadap lingkungan hidup, bicara investasi tentu harus mengerti akan dampaknya, jika pemimpin Batam hanya bertindak Normatif saja tanpa memiliki edukasi, hanya menggunakan anggaran asal aman saja dan tidak menangani masalah yang ada secara komperhensif, maka Batam kedepannya akan seperti ini saja, justru masalah semakin besar, penduduk semakin bertambah, beban akan semakin banyak.
Dan sangat lucu sekali jika Batam menjadi langganan banjir jika turun hujan, baik jalan, pemukiman penduduk dan daerah komersial terendam air, sementara Daerah aliran sungai ( DAS ) hampir disetiap kecamatan bahkan kelurahan ada, tetapi tidak bisa berfungsi menyerap air hujan, disebabkan dengan ada yang sudah di timbun ada yang dangkal dan aliran air baik di jalan maupun di pemukiman tersumbat bahkan tidak ada akses air masuk ke Daerah aliran sungai ( DAS ) langsung, jangan heran jika musim hujan jalan banjir, pemukiman banjir, kawasan komersil banjir, tetapi parit dan DAS Tidak penuh menyerap air sekitar, disebabkan karena memang tidak di fungsikan dengan baik.
Apa yang penulis sampaikan itulah faktanya yang terjadi dilapangan, dan membuat masyarakat merasa was-was, hujan banjir, kemarau takut krisis air.
Itu persoalan lingkungan hidup, belum lagi persoalan pertumbuhan penduduk Batam, investasi terbatas, peluang kerja juga terbatas, hal ini juga akan menimbulkan dampak sosial akan semakin banyak pengangguran pada usia dini.
Jika pemimpin tidak bisa mencari solusi untuk membuka lapangan kerja, tentu akan berpotensi membuat pengangguran di Batam setiap tahun akan bertambah, bukankah itu akan menjadi masalah?.
Dan jika ada perusahaan yang beroperasi di Batam banyak menggunakan tenaga kerja dari luar Batam, seharusnya pemerintah daerah mencari solusi, kenapa hal tersebut terjadi, sedangkan Perijinan kita yang memberikan tetapi orang luar Batam yang bekerja, inikan kita orang Batam yang rugi, apa gunanya Dinas Tenaga Kerja kita?.
Pemerintah kota Batam, harus memiliki regulasi dan bekerja sama dengan investor yang akan berusaha di Batam agar merekrut tenaga kerja dari Batam, tentunya kita harus menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan profesional.
Bagaimana cara, itu sangat gampang jika pemimpin Batam perduli terhadap masalah pengangguran di Batam, sebab pemerintah daerah punya kewenangan tinggal sinergi dengan perusahaan yang berinvestasi.
Contoh satu perusahaan akan mempekerjakan 2000 Lapangan kerja untuk Tenaga Kerja lulusan SLTA dan sederajat, pemerintah daerah Pemko Batam Menyiapkan Balai Latihan Kerja ( BLK ) 2000 tenaga kerja, untuk didik sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja, dengan pelatihnya minta dari perusahaan tersebut.
Untuk mencari tenaga kerja tidak lah susah bekerja sama dengan sekolah – sekolah agar Menyiapkan anak – anak yang akan tamat sekolah ( SLTA, STM, SMK ), yang ingin bekerja.Didik anak – anak kita di Balai Latihan Kerja ( BLK ) , dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Dinasti pendidikan dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, perusahaan beroperasi tenaga kerja sudah siap.
Jika ini dilakukan secara kontinyu oleh pemerintah kota Batam, pengangguran usia dini akan teratasi di kota Batam, tinggal sekarang mau atau tidak,apa kurangnya kita anggaran memadai.
Dari apa saya sampaikan jika segala masalah di kota Batam, tidak diantisipasi mulai saat ini, bukan tidak mungkin akan terjadi krisis multidimensi kedepannya, sebab apa yang saya tulis sebagian kecil yang timbul di masyarakat Batam, jika pemimpin Batam tidak mencari solusi dan menyelesaikan mulai saat ini, maka tidak dapat kita bayangkan, begitu komplit persoalan akan timbul kedepannya.













