Program Rehabilitasi Lahan Persawahan Pascabencana Di Aceh Tamiang Capai 712 Hektare

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Program rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda di kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 lalu.

Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, drh. Yusbar melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Irwan Hadi SP, Kamis, (21/5/2026) mengatakan rehabilitasi sawah ini dilakukan dalam upaya memulihkan fungsi lahan pertanian dan jaringan irigasi yang rusak (akibat bencana alam seperti banjir) menjadi produktif kembali.

Untuk pengerjaannya difokuskan pada lahan dengan kriteria kerusakan sedang pada tahap awal sebelum penanganan lahan yang rusak akibat bencana.

Ia menjelaskan bahwa bantuan Pemerintah pusat melalui kementerian pertanian ini diprioritaskan untuk petani yang terdampak untuk mendapatkan dukungan pemulihan sarana dan prasarana agar bisa segera bercocok tanam kembali dan menjaga produksi pangan.

Menurutnya, saat ini program rehabilitasi lahan persawahan pascabencana di Aceh Tamiang ditargetkan mencapai 712 hektare menggunakan alat berat Buldozer.

Ia menjelaskan, proses rehabilitasi ditargetkan tuntas pada pertengahan Juni 2026, mencakup pekerjaan striping, perapian pematang.

Sementara itu, untuk lokasi pengerjaannya tersebar di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Karang Baru, Bendahara dan Manyak Payed.

Disebutkan, selain rehabilitasi, Dinas Pertanian juga menjalankan program optimalisasi lahan yang mencakup perbaikan infrastruktur pertanian, meliputi pembangunan dan perbaikan irigasi pompanisasi, normalisasi paret dan pembuatan sumur bor serta Rehab mesin pompa.

Ditambahkannya, untuk mendukung berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp9.612.000.000 miliar. Dana ini digunakan untuk rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, sebutnya.

Selanjutnya, kata Irwan Hadi, selain direhab, petani juga dibantu dengan  pengolahan lahan, sehingga petani dapat memanfaatkan kembali lahan Sawahnya, seraya mengatakan bahwa bantuan program rehabilitasi lahan sawah ini bekerjasama dengan pihak Kodim 0117/Aceh Tamiang.

Ia berharap, melalui dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian, lahan sawah yang terdampak bencana dapat segera kembali produktif dan dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga dapat menjaga ekonomi ma­sya­rakat dan  ketahanan pangan,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *