Rehabilitasi Pasca Banjir: 254 Satuan Pendidikan di Aceh Tamiang Terima Anggaran Revitalisasi Rp192 Miliar

  • Bagikan

Tabloidbn.info | Karang Baru – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melakukan percepatan pemulihan sektor pendidikan pasca-bencana banjir melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Langkah ini selaras dengan instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 2025 dan Bupati Aceh Tamiang untuk memprioritaskan pemulihan fasilitas publik guna menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

​Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Sepriyanto dalam arahannya pada peluncuran Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Gerakan Mengaji Sebelum Belajar oleh Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, di halaman SMPN 2 Karang Baru, Kamis (23/4/2026).

Ia menyampaikan, saat ini, tercatat sebanyak 254 sekolah di Aceh Tamiang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau MoU dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Total alokasi anggaran yang dikucurkan mencapai Rp192.027.000.000 (192 miliar rupiah lebih).

​Tingkat PAUD/TK: Sebanyak 119 lembaga telah menandatangani MoU dengan total anggaran sebesar Rp47,32 miliar. Saat ini masih terdapat 53 lembaga lainnya yang sedang dalam proses pengusulan.

​Tingkat SD: Sebanyak 116 SD telah menandatangani PKS dengan total nilai kegiatan mencapai Rp109,77 miliar. Sebagian besar telah menyelesaikan tahap perencanaan gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

​Tingkat SMP: Sebanyak 19 SMP telah menandatangani PKS dengan alokasi sebesar Rp34,92 miliar. Salah satunya adalah SMPN 2 Karang Baru yang saat ini sudah memulai tahap pelaksanaan fisik di lapangan, sebut Sepriyanto.

Diketahui bahwa, Bantuan pemerintah program revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara Untuk Bantuan pemerintah program revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 berupa revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Karang Baru mencakup penataan lingkungan, revitalisasi ruang kelas, ruang ADM, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA, toilet siswa dan tempat ibadah dengan sumber dana dari APBN 2026 dengan nilai Rp 3.220.000.000.

​Ia menambahkan, mekanisme revitalisasi ini dilakukan melalui sistem swakelola, di mana kepala sekolah berperan sebagai penanggung jawab umum. Setiap sekolah membentuk Panitia Pelaksana Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur masyarakat secara aktif.

​“Sesuai petunjuk teknis (Juknis), paling lambat tujuh hari setelah dana diterima di rekening panitia, maka kegiatan fisik di lapangan harus segera dimulai. Kami terus memonitor agar progresnya tepat waktu,” ujar Seprianto dalam laporannya.

​Struktur kepanitiaan dalam program ini terdiri dari unsur masyarakat sebagai ketua dan sekretaris, sementara posisi bendahara diisi oleh pihak sekolah. Selain itu, tenaga pengamanan dan pekerja lapangan juga diberdayakan dari masyarakat sekitar untuk memastikan keterlibatan publik yang maksimal.

Pemerintah daerah optimis sisa sekolah yang belum terakomodasi—yaitu 5 TK, 5 SD, dan 21 SMP—dapat segera menyusul. Saat ini, beberapa sekolah tersebut tengah berada dalam tahap sosialisasi, Bimbingan Teknis (Bintek), serta penyusunan RAB dan gambar yang didampingi oleh konsultan ahli.

​Percepatan ini diharapkan dapat segera memulihkan kualitas infrastruktur pendidikan di Aceh Tamiang, mengingat pentingnya fasilitas yang layak bagi generasi muda pasca-terdampak bencana alam, ungkap Seprianto menutupi laporannya.

Selanjutnya, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi Satuan pendidikan pada SMP Negeri 2 Karang Baru Oleh Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi didampingi Oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Anggota DPRK Aceh Tamiang, Perwakilan Dandim 0117/Aceh Tamiang, mewakili Kapolres Aceh Tamiang,

Dalam kegiatan dan peninjauan lapangan ini turut dihadiri oleh Bunda PAUD Aceh Tamiang, Dandim, Kapolres yang diwakili jajarannya, para Camat, Ketua PGRI, Kepala SMPN 2 Karang Baru, tenaga pendidik, Ketua Komite P2SP, MPD, serta Direktur PDAM Tirta Tamiang.(Abdul Karim).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *