Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang — Kepastian pencairan bantuan stimulan rumah rusak tahap II akhirnya terjawab. Sebanyak 5.947 unit rumah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dipastikan akan segera menerima bantuan, dengan penyerahan simbolis dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4/2026).
Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H. melalui Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suheri, menyampaikan bahwa prosesi penyerahan akan melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
“Besok penyerahan akan dilakukan secara simbolis oleh Mendagri, Kepala BNPB, dan Menko PMK,” ujar Iman Suheri, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, total bantuan yang disalurkan terbagi dalam tiga kategori tingkat kerusakan. Rinciannya meliputi 2.336 unit rumah rusak ringan, 1.722 unit rusak sedang, dan 1.889 unit rusak berat. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kerusakan ringan mendominasi jumlah penerima bantuan, diikuti rusak berat dan rusak sedang.
Distribusi bantuan difokuskan pada empat kecamatan yang mengalami dampak paling signifikan akibat bencana, yakni Bandar Pusaka, Bendahara, Karang Baru, dan Rantau.
Dari data yang ada, Kecamatan Rantau mencatat jumlah penerima terbanyak dengan 1.894 unit. Disusul Karang Baru sebanyak 1.631 unit, Bandar Pusaka 1.392 unit, serta Bendahara sebanyak 1.030 unit.
Rincian tersebut menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Selain itu, keterbukaan data diharapkan mampu memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui BPBD menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh proses pencairan hingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat.
Bantuan stimulan ini diharapkan menjadi pendorong percepatan pemulihan, sekaligus membantu warga membangun kembali hunian mereka.
Dengan dimulainya penyaluran bantuan ini, secercah harapan kembali tumbuh di tengah masyarakat Aceh Tamiang, yang perlahan bangkit dari dampak bencana yang sempat melanda wilayah tersebut.(Abdul Karim).













