Tabloidbnn.info.Jakarta || Dewan Penasehat (Wanhat) Persatuan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Taufiq Rachman mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Taufiq menyebut aksi “bersih-bersih” ini penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan banyak terkait terkait tata kelola dan mutu produk yang.
“Penggeledahan BGN ini sinyal kuat bahwa hukum harus ditegakkan tanpa memandang bulu. Kami berharap ini jadi langkah awal membersihkan BGN dari stigma sarang korupsi, sehingga program MBG bisa berjalan sesuai tujuan awalnya: meningkatkan gizi,” ujar masyarakat Taufiq Rachman kepada media, Kamis (4/6/2026).
Sorotan Publik terhadap BGN dan MBG
Penggeledahan Kejagung terjadi sehari setelah pimpinan BGN dicopot, dan langsung menjadi perhatian publik. Hingga Kamis siang, Kejagung belum memikirkan hal yang melatarbelakangi penggeledahan tersebut.
BGN memang berada di bawah sorotan tajam karena mengelola program prioritas nasional MBG dengan anggaran jumbo Rp170 triliun pada tahun 2025. Sejumlah lembaga antikorupsi menilai program ini rawan penyimpangan:
1. Risiko korupsi sistemik: Transparency International Indonesia menyebut MBG rentan akibat lemahnya tata kelola, konflik kepentingan, dan pengadaan barang/jasa yang tidak akuntabel.
2. Dugaan patronase politik: ICW menemukan 89 dari 102 pengelola yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terafiliasi dengan partai politik atau kerabat pejabat negara.
3. Keracunan massal: Sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 20.000 kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia, termasuk 1.333 pelajar di Bandung Barat, namun belum ada penegakan hukum.
4. Anggaran dan mark up: KPK menyoroti eksklusivitas penentuan SPPG, verifikasi mitra yang berindikasi curang, dan potensi mark up harga pembangunan SPPG.
KPK sendiri telah melakukan intervensi pencegahan sejak Maret 2025 dan menekankan perlunya transparansi serta akuntabilitas keuangan MBG. beea
Harapan PWOIN
Taufiq berharap penggeledahan ini bisa memutus mata rantai dugaan korupsi dan memperbaiki citra BGN. “Kalau BGN bersih, MBG akan lebih mudah diperluas sampai ke daerah. Publik juga tidak lagi melihat MBG sebagai lahan sewa, tapi sebagai program yang benar-benar berpihak pada anak-anak dan masyarakat rentan,” katanya.
Ia juga mendorong BGN membuka data pengadaan dan hasil uji mutu makanan secara berkala agar pengawasan publik berjalan.
Kejagung hingga kini masih melakukan penggeledahan di kantor BGN kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dan belum menyampaikan detail barang bukti atau pihak yang diperiksa.
(Humas PWOIN)













