105 Karateka Lemkari Dari 4 Kabupaten, Ikuti UKT Dan Ujian Penurunan Kyu

  • Bagikan

Tabloidbnn.info – Tabalong, Kalsel – Sebanyak 105 Karateka Lemkari dari 4 kabupaten di Kalimantan Selatan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat dan Ujian Penurunan Kyu pada Sabtu, (14/02/2026), di Desa Nalui, Kecamatan Jaro, Tabalong, Kalimantan Selatan.

Dari 105 Karateka, 53 orang berasal dari Kabupaten Tabalong, 24 orang dari Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), 4 orang dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan 24 orang berasal dari Kabupaten Balangan.

Ketua Lemkari Pengprov Kalsel yang juga Ketua Majelis Sabuk Hitam, Shinsai Falono disela-sela acara kepada Tabloidbnn.info mengatakan bahwa Ujian Penurunan Kyu atau Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diselenggarakan di Tabalong kali ini disamping sebagai ajang silaturrahmi majelis sabuk hitam juga sebagai evaluasi untuk regenarasi, agar anak-anak kita bisa memberikan yang terbaik khususnya cabang olahraga karate di masing-masing Kabupaten dan Kalsel pada umumnya.

Karate tidak hanya untuk sekedar mencapai prestasi olah raga, namun juga upaya penggalian potensi sebagai sarana membentuk karakter anak yang sehat yang menemukan jatidirinya, sebagai persiapan untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Sementara itu Pengprov Bidang Organisasi dan Majelis Sabuk Hitam Shinsai Masrani Nor menambahkan bahwa di era digitalisasi ini diharapkan anak bisa belajar cara berorganisasi, agar generasi ini kedepannya bisa lebih siap dan lebih baik secara organisasi dan bernegara, agar bisa menggantikan kami yang sudah sepuh (tua).

Ketua DPC Lemkari Kabupaten Tabalong dan Majelis Sabuk Hitam Shinsai Zainal Abdi mengatakan bahwa saat musyawarah provinsi Kalsel beberapa waktu yang lalu kita terbagi menjadi 3 zona, sehingga kedepannya kita mencoba menggagas untuk lebih fokus dan lebih berkembang.

Saat ini kita kekurangan atlit berprestasi walau sebelumnya kita memiliki atlit yang handal pada ajang kejuaraan provinsi dan nasional, mungkin hal ini disebabkan oleh permasalahan internal dan riak-riak organisasi, dan kini saatnya kita bangkit dan bersatu kembali mencari dan menggali serta membina atlit-atlit berprestasi.

Mudah-mudahan dengan silaturahmi dan berbagi ilmu, ditahun mendatang kita bisa mengirimkan kembali atlit-atlit berprestasi pada ajang kejuaraan baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional, pungkas Shinsai Zainal Abdi. (Hapase)

Penulis: HapaseEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *