Tabloidbnn.info, Bireuen. – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Aceh, akhir April 2025 ini siap menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) dengan agenda utama di forum lima tahunan kedepan melaksanakan pemilihan Ketua DPW PBB Aceh yang baru.
Sementara Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Aceh, kini Erli Hasim, S.Ag., SH., M.I.Kom dipercaya sebagai Wakil Ketua DPP Partai Bulan Bintang.
Di forum strategis kali ini menjadi ajang penentuan arah baru kepemimpinan Partai PBB di Aceh, sekaligus momentum konsolidasi menyeluruh setelah Pemilu Tahun 2024.
Muswil PBB Aceh, sejumlah figur disebut-sebut telah menyatakan kesiapan untuk maju sebagai kandidat Ketua DPW PBB Provinsi Aceh, di antaranya adalah Zulmahdi Hasan, S.Ag., M.H., tokoh senior yang dikenal memiliki jam terbang tinggi di dunia politik Aceh, hadir juga Mismaruddin Sofyan. Ia juga dikenal sebagai politisi yang selama ini fokus pada penguatan internal Partai, khususnya dalam bidang kaderisasi dan peningkatan kesadaran politik dalam masyarakat. Mismaruddin juga aktif mendorong keterlibatan perempuan dalam ranah politik, baik melalui edukasi publik maupun pengembangan jejaring kader perempuan di daerah-daerah.
Selain itu, Hamzah Kluet beliau ini disebut-sebut akan turut meramaikan bursa pencalonan. Dikenal memiliki basis dukungan yang solid di Aceh Selatan, kehadirannya diyakini akan menambah warna dalam pertarungan internal partai politik di Aceh.
Tak kalah menarik, Firdaus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Aceh Besar juga menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Ketua DPW PBB Aceh. Firdaus dalam kiprahnya di level Kabupaten namun demikian, beliau sangat kedekatannya dengan akar rumput partai menjadikannya salah satu kandidat potensial dalam perebutan kursi kepemimpinan DPW Aceh kedepan.
Muswil PBB Aceh kali ini diprediksi akan berlangsung dinamis mengingat adanya peralihan kepemimpinan PBB dari Erli Hasim ke figur yang baru. Para kader dan pengurus di tingkat DPC PBB Kabupaten/Kota sedang melakukan konsolidasi dan penjajakan untuk menentukan arah dukungan mereka.
Dalam konteks ini, Muswil DPW PBB Aceh tahun ini tak hanya menjadi ajang kontestasi antar tokoh – tokoh di Aceh, tetapi juga perdebatan ideologis dan strategis tentang masa depan partai. Banyak kalangan internal berharap agar pemimpin terpilih nantinya tidak sekadar menguasai struktur, akan tetapi juga harus memiliki visi jangka panjang dalam membangun partai yang modern, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Isu penguatan kaderisasi menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan menjelang Muswil DPW PBB Aceh. Tantangan partai ke depan tidak hanya terkait dengan persiapan menghadapi Pemilu 2029, tetapi juga menyangkut bagaimana partai bisa menghadirkan kader-kader yang yang terbaik dan siap bersaing secara sehat di ruang-ruang politik lokal maupun Nasional.
“DPW ke depan harus menjadi motor penggerak penguatan ideologi dan kaderisasi partai di Aceh. Maka di sini perlu sosok kepemimpin yang tak hanya organisatoris, tapi juga visioner,” Ujar salah satu pengurus DPC yang enggan namanya disebutkan pada Media ini.
Dengan dinamika yang berkembang, Muswil PBB Aceh kali ini diprediksi berlangsung dinamis dan kompetitif. Apapun hasilnya nanti, harapannya adalah lahir kepemimpinan baru yang mampu membawa semangat perubahan, memperkuat basis kader, dan membangun narasi politik yang membumi dan membesarkan partai.
Partai Bulan Bintang di Aceh menghadapi tantangan besar dalam penguatan struktur serta peningkatan elektabilitas pasca pemilu. Karena itu, figur ketua DPW PBB ke depan diharapkan mampu membawa semangat baru dan strategi yang efektif dalam memperkuat eksistensi partai di tengah masyarakat Aceh.(MZ)












