Program Brigade Pangan Kementan Dukung Swasembada atau Hamburkan Uang Negara!

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.Medan. Setahun berjalan di era kepemimpinan Presiden Prabowo dengan program Asta Cita ketahanan pangan nasional, program Brigade Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) yang bertujuan meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani, khususnya generasi muda, melalui teknologi modern dan pengelolaan lahan efisien, justru diduga kuat gagal di lapangan.

Di Kabupaten Deli Serdang, Brigade Pangan yang seharusnya mencetak dan mengelola lahan seluas 200 ha, terindikasi tidak berjalan sesuai prosedur. Bantuan Alsintan (alat mesin pertanian) seperti combine, traktor TR 4, hand traktor, dan lainnya, terkesan hanya menghamburkan uang negara tanpa memberikan dampak signifikan bagi petani.

Mekanisme penyewaan Alsintan yang diharapkan dapat menghasilkan dana untuk pengelolaan lahan untuk menjalankan program  diduga kuat diselewengkan para pengurus brigade.

Hasil sewa alat Alsintan disinyalir hanya dinikmati oleh para pengurus, tanpa memberikan manfaat sedikit pun dan menjalankan program yang sudah di wacanakan untuk mendukung program Asta cita presiden Prabowo tentang ketahanan pangan .

“Kami meminta kepada pemerintah, khususnya Kementan, untuk mengevaluasi secara menyeluruh pemberian bantuan Alsintan yang menelan anggaran besar namun tidak memberikan faedah nyata bagi keberhasilan swasembada pangan,” tegas petani yang tidak ingin di expose .

Keberhasilan Swasembada pangan diikuti dengan peran aktif Bulog dalam membeli hasil panen petani dengan harga yang memuaskan, bukan dengan memberikan bantuan alsintan yang luar biasa besar namun dinilai kurang efektif. Pemberian bantuan Alsintan yang berlebihan tanpa pengawasan ketat membuka celah korupsi dan penyelewengan keuangan negara.

Untuk itu, pemerintah diharapkan memberikan pengawasan ketat terhadap penerima bantuan Alsintan dan melakukan audit yang transparan. Aparat penegak hukum juga harus berperan aktif dalam mengawasi dinas pertanian yang diduga kuat mengambil keuntungan dalam pembagian alat bantuan dengan modus “tebus ke dinas”.

“Jika pemerintah tidak segera bertindak, program Brigade Pangan ini hanya akan menjadi proyek gagal yang merugikan negara dan petani,” pungkas para petani .( HD)

 

Penulis: HardepEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *