Kementan Gelontorkan Rp 22,38 Triliun untuk Swasembada Pangan 2026, Deli Serdang Siap Jadi Contoh Sukses

  • Bagikan

Tabloidbnn.info. Deli Serdang.  Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 22,38 triliun untuk program swasembada pangan pada tahun 2026. Alokasi ini tertuang dalam Buku Nota Keuangan II RAPBN 2026 dan menjadi angin segar bagi pengembangan sektor pertanian di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Deli Serdang.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan hal ini usai menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi) di Jakarta Selatan, Kamis (21/08/2025). Sudaryono menekankan bahwa fokus produktivitas akan diperluas tidak hanya pada padi, jagung, dan gula, tetapi juga pada komoditas perkebunan dan hortikultura seperti kopi, kakao, karet, kacang mete, sayuran, dan buah-buahan.

“Tahun depan, kita akan memperluas upaya peningkatan produksi untuk semua komoditas perkebunan dan komoditas holtikultura kita, di antaranya kopi, kakao, kemudian karet, dan mete,” ujar Sudaryono.

Kabupaten Deli Serdang, dengan wilayah yang luas dan beragam topografi mulai dari dataran tinggi hingga rendah, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang ini. Dinas Pertanian Deli Serdang diharapkan aktif melakukan sosialisasi kepada petani mengenai komoditas-komoditas yang memiliki potensi ekonomis menjanjikan di masa depan.

Pemerintah pusat akan mengalokasikan bantuan ke provinsi dan kabupaten, dan diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk mewujudkan program ketahanan pangan. Program Kementan ini sejalan dengan program Tani Merdeka Kabupaten Deli Serdang yang fokus pada hilirisasi pertanian kopi, kakao, dan kelapa, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai komoditas.

Ketua Tani Merdeka Kabupaten Deli Serdang, H. Khoirun Rijal, menekankan pentingnya pemilihan bibit unggul berkualitas bagi petani. “Petani Deli Serdang harus bijak dalam pemilihan bibit unggul yang berkualitas. Jika ingin menanam kopi, petani harus paham ketinggian ideal yang dapat menghasilkan panen yang baik,” ujarnya.

H. Khoirun Rijal juga menambahkan bahwa petani harus mampu menentukan waktu olah tanah dan tanam yang tepat untuk mencapai produksi maksimal, sehingga mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, khususnya bapak Bupati Asriludin Tambunan , sangat dibutuhkan untuk menunjang program kerja yang telah dicanangkan oleh Kementan.

Tani Merdeka Kabupaten Deli Serdang serta Pemerintah Kabupaten diharapkan dapat berkolaborasi dalam menjalankan program ini.

Dalam RAPBN 2026, anggaran Program Lumbung Pangan melalui Kementan direncanakan sebesar Rp 22,38 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk mencetak sawah seluas 250.000 hektare, optimasi lahan 300.000 hektare, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan) prapanen subsektor tanaman pangan sebanyak 36.958 unit.

Dengan sinergi dan dukungan yang kuat, Kabupaten Deli Serdang diharapkan dapat menjadi contoh kabupaten yang berhasil mewujudkan swasembada pangan dan mengembangkan produk-produk pertanian yang lebih efisien, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Tani Merdeka Indonesia harus besar , menjangkau sampai ke pedesaan , harus bisa mensejahterakan petani dan berkolaborasi , bersinergi dengan program program pemerintah serta bergerak bersama berlandaskan ideologi Prabowo Subianto .( HD)

Penulis: HardepEditor: Zion
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *