Koperasi Merah Putih di Kalimantan Tengah Mulai Dapat Suntikan Modal dari Bank Himbara

  • Bagikan

Tabloidbnn.info.  Palangkaraya,  Program penguatan koperasi merah putih di Kalteng mulai menunjukkan hasil nyata, sejumlah koperasi tersebut kini mulai menerima bantuan permodalan yang disalurkan melalui jaringan perbankan milik negara, atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)

Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran, melalui kadis koperasi dan UKM  Rahmawati mengatakan bahwa, seluruh koperasi Penerima bantuan dapat mengajukan permohonan modal secara digital melalui aplikasi Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes) yang telah terintegrasi langsung dengan Kementerian koperasi dan UKM, Sabtu 01/11/2025.

Koperasi merah putih di Kalteng, semuanya sudah memiliki akun SIMKOPDES,mereka tinggal mengajukan proposal bisnis di sistem tersebut, dan nanti akan muncul mitra penyalur apakah dari Bank Himbara atau dari LPDB, terang Rahmawati.

Bantuan modal koperasi merah putih ini, disalurkan melalui tiga bank Himbara yang beroperasi di Kalteng, yakni Vank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI sebagai mitra utama pemerintah daerah, ujar Rahmawati.

Menurutnya besaran dana yang diterima masing-masing koperasi merah putih Kalteng bervariasi, menyesuaikan dengan kelengkapan proposal serta potensi usaha yang diajukan koperasi tersebut.

Sebelumnya koperasi merah putih memperoleh alokasi sekitar 15 persen dari Dana Desa (DD) tapi saat peluncuran bersama pihak Kejaksaan dan APH lainya, ada juga koperasi yang mendapatkan bantuan modal mulai dari Rp 200 juta, hingga Rp 3 Miliard, ungkap Rahmawati.

Lebih lanjut, setelah proposal koperasi merah putih dinyatakan lengkap dalam sistem SIMKOPDES, pencairan dana dapat segera dilakukan, sesuai rekomendasi dari mitra perbankan, dan besaran bantuan ditentukan berdasarkan potensi usaha yang dikembangkan oleh koperasi tersebut, papar Rahmawati.

Saat ini terdapat 1,542 unit koperasi merah putih, yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan diselutuh Kalteng, dan program ini dinilai berjalan lancar berkat dukungan seluruh lintas sektor, dan kolaborasi antar instansi.

Koperasi merah putih berangkat dari potensi lokal, misalnya kalau daerah atau desa/kelurahan itu unggul disektor pertanian maka Dinas Pertanian yang akan mendampingi, dan juga kalau disektor perikanan maka Dinas Perikanan juga yang ikut serta pendampingan nya.

Mengingat nilai dana yang dikelola koperasi merah putih cukup besar, maka pengawasan program ini lakukan secara ketat, dengan melibatkan lembaga penegak hukum, dan semua pihak ikut melakukan pengawas seperti kejaksaan, kepolisian, bahkan KPK, tutup Rahmawati.

Penulis: Gusti AhyarEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *