Tabloidbnn,info, Bartim – Proyek Jalan Titian menuju Desa Muara Pelantau Kecamatan Pematang Karau sudah rampung, masyarakat pengguna jalan sudah bisa melewati bisa jalan tersebut. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur CV. Bartim Surya Cemerlang, Bunan Nataloto saat dikonfirmasi awak media, Rabu (24/12/2025).
Dirinya menjelaskan bahwa proyek sudah selesai dikerjakan sejak tanggal 16 Desember 2025 dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Barito Timur pada 19 Desember 2025.
“Sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dinas, kami sudah selesaikan dan finishing di ujung jalan Titian yang kami kerjakan,” ucap Bunan.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa dalam proses pengerjaan cukup rumit dan terkendala dengan kurangnya akses jalan membawa bahan material ke lokasi proyek.
“Bukan hanya akses membawa bahan matrial ke lokasi proyek, tapi kerap kali terkendala dengan cuaca ekstrim, sehingga mempersulit proses pengerjaan,” ungkapnya.
Selain itu, Bunan juga bersyukur proyek pembangunan jalan Titian yang sebelumnya dikerjakan kontraktor lain dan dilanjutkan dengan kontraktor dari CV. Bartim Surya Cemerlang yang mendapat kepercayaan Pemerintah daerah hingga pengerjaan selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Proyek Titian Muara Pelantau ada 3 paket pekerjaan, 2 paket dari PUPR kabupaten Barito Timur dan 1 paket dari Inpres Pusat dengan Total panjang kurang lebih 1500 meter atau 1,5 km,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Bunan, proyek sebelumnya menggunakan anggaran pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD kabupaten Barito Timur dengan total pekerjaan 92 meter dan ABT 400 meter, kemudian Inpres 1000 meter.
“Sekarang jalan Titian Muara Pelantau ini sudah bisa digunakan, walaupun sebelumnya rusak parah dan sering dikeluhkan masyarakat pengguna jalan. Tapi kita bersyukur Pemerintah daerah cepat tanggap memperbaiki jalan Titian ini,” tuturnya.
Dengan kebijakan Pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab, dan maraknya postingan keluhan masyarakat di media sosial. Dinas PUPR langsung membangun kembali infrastruktur yang mengalami kerusakan tersebut.
Sebelumnya kepada awak media ini, Kepala Dinas PUPR Barito Timur, Yumail J. Paladuk, saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu di ruang kerjanya mengatakan bahwa dalam tahun ini dianggarkan sebesar satu miliar lebih untuk membangun ulang jalan Titian yang tampak mengalami kerusakan berat.
“Untuk jalan titian di desa Muara Pelantau kita sediakan 1,1 miliar dengan anggaran APBD dan tahun ini segera dikerjakan proyek tersebut,” ucap Yumail
Dirinya juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah sejak lama ingin memperbaiki jalan tersebut, namun Pemerintah daerah kabupaten belum bisa melaksanakan dikarenakan aset tersebut milik desa.
“Jalan titian itu masih aset desa, dan kita sudah koordinasi dengan pihak pemerintah desa untuk melakukan perbaikan jalan itu karena itu akses utama masyarakat. Seharusnya aset tersebut dihibahkan ke pemerintah kabupaten dan nanti kelola,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu juga, Yumail meminta agar masyarakat pengguna jalan dapat bersabar dan menunggu perbaikan jalan tersebut.
“Kami meminta masyarakat untuk bersabar selama proses, karena proyek ini tidak memakan anggaran yang sedikit, jadi harus melewati prosedur, proses pelimpahan aset dan kemudian lelang proyek sampai proses pengerjaan proyek,” tuturnya.
Sementara, Kepala bidang Sumber Daya Air, Aprisal S.T,.M.T saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa jalan Titian tersebut dalam proses pengerjaan dengan menggunakan anggaran APBD Murni sebesar Rp 200 juta dan akan dilanjutkan secara bertahap dengan menggunakan anggaran APBD Perubahan sebesar Rp 900 juta.
“Pekerjaan rehab jalan Titian menuju Muara Pelantau dengan waktu pengerjaan sekitar 90 hari. Memang mengalami beberapa kendala karena disitu akses masyarakat masih melewati jalan tersebut,” jelas Aprisal di ruang kerjanya, Selasa (21/10/2025).
Dirinya juga menyebutkan bahwa perbaikan jalan tersebut kurang lebih sepanjang 2 kilo meter dengan lebar 2 meter menggunakan rangka kayu Ulin dan sebagian alas papan menggunakan kayu Balau.
“Penanganan yang ada ini rencananya dengan ukuran lebar 2 meter sekitar panjang 92 meter kontruksi kayu Ulin, dan untuk mencapai lebih panjang sementara ini menggunakan kayu Balau karna kalau full pakai kayu Ulin target tidak panjang menggunakan anggaran Murni,” terangnya.
Dirinya juga berharap respon baik dari masyarakat untuk mendukung pembangunan pemerintah dalam tahapan proyek yang dilaksanakan, begitupun diharapkan pihak perintah Desa dan perusahaan mensupport pelaksanaan proyek tersebut.( td )












