Tabloidbnn.info | Aceh Tamiang – Harapan baru bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang mulai terwujud. Secara resmi, para pengungsi mulai menempati Hunian Sementara (Huntara) yang ditandai dengan penyerahan kunci secara simbolis oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., di Kampung Upah, Kecamatan Karang Baru, Kamis (8/1).
Langkah ini menjadi tonggak krusial dalam masa transisi pascabencana. Huntara ini dirancang sebagai ruang tinggal yang layak dan manusiawi, memungkinkan warga untuk kembali menata hidup setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir besar pada November lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kenyamanan warga, terutama menjelang hari besar keagamaan.
”Warga yang menghuni Huntara ini adalah mereka yang kehilangan rumah total. Mengingat bulan Ramadhan dan Idul Fitri sudah di depan mata, target saya jelas: tidak boleh ada warga yang merayakan Lebaran di dalam tenda darurat. Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan hunian yang layak,” tegas Armia.
Meskipun kondisi wilayah saat ini masih dalam proses pembersihan lumpur sisa banjir, Pemkab Aceh Tamiang menjamin pengerjaan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
”Masyarakat Aceh Tamiang tercinta, kita sedang berjuang bersama untuk bangkit. Saya akan perjuangkan segala daya upaya demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Bupati juga mengapresiasi kecepatan pembangunan Huntara yang melibatkan berbagai pihak. Pada tahap awal, sebanyak 100 unit siap dihuni agar proses adaptasi warga berjalan optimal, dari total target distribusi yang akan dilakukan secara berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menekankan bahwa aspek pemulihan psikososial menjadi prioritas utama dalam proyek ini.
”Pemulihan tidak berhenti pada bangunan fisik. Kami memastikan hunian ini memberikan ruang bagi keluarga untuk membangun kembali kehidupan mereka dengan martabat,” jelas Rohan.
Huntara ini telah memenuhi standar hunian darurat fungsional yang dilengkapi dengan:
Akses air bersih dan sanitasi memadai., Aliran listrik dan akses internet. Fasilitas penunjang sosial: Klinik kesehatan dan taman bermain anak.
Berdasarkan data teknis, sebanyak 600 unit Huntara akan disalurkan kepada warga yang sangat membutuhkan, mencakup:
154 KK warga Sukajadi, Kecamatan Karang Baru.
179 KK warga Bundar, Kecamatan Karang Baru.
65 KK warga Kampung Kota, Kecamatan Kota Kualasimpang, serta warga terdampak di sekitar lokasi Huntara.
Kehadiran Huntara ini diharapkan menjadi katalisator bagi warga Aceh Tamiang untuk bangkit dan menatap masa depan dengan optimisme baru.












