Mendagri: Pemulihan Pascabencana dan Ekonomi di Aceh Tamiang Harus Diakselerasi

  • Bagikan

Tabloidbnn info.ACEH TAMIANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian, menegaskan bahwa proses penanganan serta pemulihan ekonomi pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

​Penegasan tersebut disampaikan Mendagri saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menyerahkan bantuan simbolis di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Minggu (11/1/2026). Bantuan yang diberikan meliputi 500 unit gerobak dorong, 500 unit cangkul, 500 unit sekop, serta 300 kotak mi instan untuk mendukung operasional pembersihan wilayah.

​Kolaborasi TNI-Polri dalam Pembersihan Lumpur

​Dalam arahannya, Tito menjelaskan bahwa pemulihan pascabencana harus melibatkan sinergi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya peran TNI dan Polri dalam membantu masyarakat serta pemerintah daerah membersihkan sisa material lumpur, baik di area perkantoran maupun pemukiman warga.

​”Saya telah berkoordinasi dengan Kasad untuk menambah 2.000 personel TNI dan Kapolri untuk menambah 5000 personel Polri guna membantu percepatan pemulihan. Aceh Tamiang harus segera bersih dari sisa lumpur agar aktivitas normal kembali,” ujar Tito.

​Beliau menambahkan bahwa kebersihan kantor pemerintahan menjadi prioritas utama. “Kantor pemerintah adalah simbol kebangkitan daerah. Sebagai pusat pengambilan kebijakan, operasional pemerintahan tidak boleh terhambat agar pelayanan publik tetap berjalan,” imbuhnya.

​Progres Pemulihan dan Normalisasi Layanan

​Mendagri mengapresiasi kondisi Aceh Tamiang yang mulai berangsur bangkit. Saat ini, aktivitas ekonomi di pasar, warung, hingga SPBU mulai beroperasi. Layanan kesehatan di RSUD pun telah aktif melayani masyarakat meski belum sepenuhnya maksimal.

​Untuk mengatasi masalah jangka panjang seperti pendangkalan sungai, Mendagri telah menugaskan Wakil Panglima TNI, Letjen Wishnu, guna memimpin normalisasi sungai dan kuala. Material pengerukan nantinya akan dimanfaatkan sebagai tanggul alami di sisi kiri dan kanan sungai untuk meminimalisir risiko banjir di masa depan.

​Skema Bantuan Rumah dan Dukungan Ekonomi

​Terkait pengungsi, Tito mengimbau warga yang masih bertahan di tenda untuk segera menempati Hunian Sementara (Huntara) yang telah disediakan. Langkah ini diambil guna menjaga kesehatan warga yang rentan menurun jika terlalu lama berada di pengungsian.

​Pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan:

​Rusak Ringan: Rp15.000.000

​Rusak Sedang: Rp30.000.000

​Rusak Berat/Hilang: Akan diberikan bantuan khusus setelah melalui proses verifikasi.

​”Proses verifikasi data akan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Dukcapil, yang kemudian akan dibayarkan oleh BNPB,” jelas Tito.

​Selain perbaikan fisik, Kementerian Sosial juga akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para korban. Hal ini bertujuan untuk memulihkan daya beli masyarakat, mengingat banyak warga yang mengalami penurunan strata ekonomi akibat kehilangan aset dan mata pencaharian selama bencana.

Penulis: Pak AkarEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *