Aplikasi Pendataan Rumah Terdampak Bencana di Aceh Tamiang Diluncurkan, Warga Diminta Proaktif

  • Bagikan

Tabloidbnn.info | Karang Baru – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui instansi terkait tengah mengembangkan aplikasi khusus untuk memvalidasi data rumah warga yang terdampak bencana. Inovasi ini bertujuan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) berjalan tepat sasaran dan transparan.

​Aplikasi ini dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk memantau langsung status pendataan hunian mereka. Warga kini dapat mengecek secara mandiri apakah rumah mereka sudah terinput ke dalam sistem atau belum, sebut Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita, S.STP, M.Si,  Sabtu (16/1/2026).

Dijelaskannya bahwa, untuk memudahkan masyarakat mengakses data By Name By Adreess (BNBA) Stimulan Bantuan Rumah korban banjir, pemerintah membuat aplikasi Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan mengakses link https://cekdatabencana.acehtamiangkab.go.id.

“Klik link dan masukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan benar. Ketika muncul nama kita maka kita sudah terdata penerima Stimulan Bantuan Rumah,” ucap Devi.

Kata Devi, fokus utama aplikasi ini adalah sinkronisasi data antara masyarakat, operator kampung, dan operator kecamatan. Masyarakat diimbau untuk teliti dalam memeriksa identitas pemilik serta alamat rumah yang tercantum dalam aplikasi.

​”Paling penting masyarakat harus memastikan nama pemilik dan alamat sudah sesuai. Aplikasi ini dibuat agar masyarakat dapat memastikan bahwa namanya sudah masuk dalam pendataan sebelum di SK-kan oleh Bupati Aceh Tamiang yang dijadwalkan pada 19 Januari 2026 mendatang, sehingga semua rumah yang terdampak sudah terdata dan tidak ada yang tertinggal lagi,” ujar Devi.

Meskipun pendataan awal dilakukan secara digital, penentuan kategori kerusakan (rusak ringan, sedang, atau berat) tidak dilakukan secara otomatis oleh aplikasi. Kedepannya, Tim Verifikasi Pusat akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan validasi fisik.

​Saat ini, aplikasi masih dalam tahap pengembangan berkelanjutan guna menyesuaikan input data terbaru dari operator di tingkat kampung maupun kecamatan. Kata Devi.

Keberhasilan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tamiang sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Peran aktif masyarakat, perangkat kampung, serta dukungan pihak kecamatan menjadi kunci utama agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan maksimal.

​Dengan adanya keterbukaan informasi melalui aplikasi ini, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih data atau warga terdampak yang terlewatkan dalam skema bantuan pemerintah, ungkap Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita, S.STP, M.Si.

Penulis: Abdul Karim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *