Anggota TPNPB OPM
Tabloidbnn.info.Timika, – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sebby Sambom, mengakui satu anggota TPNPB gugur dalam rangkaian kontak senjata dengan aparat keamanan yang terjadi selama dua hari, pada 21 dan 22 Januari 2026, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Sebby menyatakan, penyerangan terhadap aparat keamanan tersebut dilakukan oleh TPNPB OPM Kodap XVI Yahukimo dan telah dilaporkan secara resmi kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.
Aksi tersebut dipimpin oleh Komandan Batalyon Kanibal Mayor Beres Murup bersama pimpinan lapangan lainnya.
Sebby mengklaim dalam penyerangan itu, pasukan TPNPB menembak satu unit kendaraan taktis (rantis) milik aparat keamanan serta satu unit mobil Avanza yang disebut milik aparat militer Indonesia.
Ia menyebut dua aparat keamanan menjadi korban dan kendaraan mengalami kerusakan berat.
“Mayor Beres Murup melaporkan bahwa penyerangan terhadap aparat militer dilakukan selama dua hari berturut-turut dan kami siap bertanggung jawab. Jika ingin melakukan pengejaran, jangan menyasar warga sipil,” ujar Sebby dalam pernyataannya.
Namun, Sebby juga mengakui adanya korban dari pihak TPNPB. Ia menyebutkan bahwa dalam kontak senjata pada Kamis, 22 Januari 2026, satu anggota TPNPB gugur dan dua lainnya mengalami luka tembak.
Selain itu, dua anggota TPNPB lainnya dilaporkan belum kembali ke markas hingga beberapa hari setelah peristiwa tersebut.
“Kami mencatat tiga anggota TPNPB menjadi korban dalam pertempuran. Satu gugur dan dua luka tembak. Ada juga dua anggota lain yang belum kembali ke markas dan masih dalam pencarian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sebby menuding aparat keamanan menggunakan persenjataan berat dalam operasi di wilayah Yahukimo.
Ia menilai penggunaan senjata tersebut tidak berimbang dan berdampak pada warga sipil, termasuk menyebabkan pengungsian.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi masih berdasarkan klaim sepihak dari TPNPB OPM.
Aparat keamanan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian, jumlah korban, maupun tudingan penggunaan senjata berat di wilayah Yahukimo.












