Tabloidbnn.info. Batam. Krisis Air Mengalir yang di alami masyarakat Tanjung Sengkuang Kecamatan Batu ampar Batam mengakibatkan masyarakat turun Aksi Damai di kantor BP Batam, menuntut BP Batam agar bisa menyelesaikan masalah Air agar mengalir.
Orasi dan tuntutan yang di sampaikan para orator memantik Emosi Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan sekaligus sebagai Walikota Batam, sehingga menjadi buah bibir di tengah pembicaraan masyarakat, wajar dan pantaskah Seorang pemimpin Emosi dan berlagak seperti panglima yang siap menerkam musuhnya.
Ada masyarakat menganggap masih wajar, ada juga masyarakat cukup menyayangkan seorang pemimpin level kepala BP Batam dan Walikota Batam berbuat emosi sampai berlagak seperti akan menerkam musuhnya, sementara semua itu adalah masyarakatnya sendiri yang menuntut hak hidup kepada pimpinannya.
*Pemimpin itu harus Peka setiap masalah, tidak ditunda – tunda sehingga membuat masalah bertumpuk tumpuk*
Salah satu sipat yang harus di miliki oleh pimpinan adalah peka pada setiap masalah ditempat yang dia pimpin, sekecil apapun masalah tersebut, Namun cukup disayangkan untuk di Batam saat ini, banyak sekali permasalahan, namun dianggap angin lalu, hampir semua pemimpin yang tergabung dalam Forkompinda Batam, kurang peka terhadap masalah, bukan saja Kepala BP Batam dan Walikota Batam, hampir semuanya.
Contoh nyata kerusakan lingkungan hidup Batam, pemimpin kita tidak peka, hampir seluruh pekerjaan cut end fill, galian C, semua ilegal namun tidak ada tindakan tegas dari pemimpin kita. Jika masyarakat teriak baru semua sibuk.
*Suka atau tidak suka saat ini banyak permasalahan di Batam belum sepenuhnya tuntas*
Banyak masalah yang belum tuntas saat ini, seperti penanganan sampah, belum sepenuhnya tuntas, begitu juga banjir, setiap turun hujan, jalan, pemukiman cepat tergenang banjir, ini ditambah dengan kondisi Air tidak Mengalir yang sudah berlarut larut tidak selesai, sehingga masyarakat yang tidak mendapatkan aliran air menuntut.
*Air adalah kebutuhan hajat hidup orang banyak dan di kuasai oleh Negara untuk kepentingan masyarakat*
Bila kita runut kebelakang lagi tentang pengelolaan Air bersih di kota Batam, awalnya di kelola oleh otorita Batam sendiri yang sekarang berganti nama BP Batam, tetapi pada saat itu penduduk Batam baru berkisar 150 ribu sampai dengan 200 ribu jiwa saat ini sudah lebih dari satu juta jiwa.Begitu juga dengan listrik masih dikelola oleh Otorita Batam.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan masyarakat Batam semakin bertambah listrik juga diserahkan kepada pihak ketiga oleh Otorita Batam.
Kemudian menyusul pengelolaan Air bersih di serahkan kepada pihak ketiga mengingat sumber daya manusia di otorita Batam pada saat itu terbatas.
Dan puluhan tahun pihak ketiga yang mengelola Air bersih yaitu ATB, mengingat kebutuhan air bersih masyarakat semakin besar dan pengelola yang di lakukan oleh ATB sangat profesional dan standar dan pengelolaan tepat dan sangat lancar.
Setelah BP Batam dipimpin oleh Walikota Batam (rangkap jabatan ) dan konsesi dengan ATB berakhir, pengelolaan Air bersih di pegang oleh BP Batam sendiri sedangkan pihak ketiga hanya sebatas kontraktor, sehingga dengan perubahan tersebut perlahan tapi pasti, penyuplai air bersih dibeberapa tempat terkendala.
*Timbul pertanyaan bagi kita masyarakat Batam apa kepentingan BP Batam Kembali mengelola Air bersih, sedangkan pelayanan semakin merosot*
Seharusnya BP Batam bagian unsur dari pemerintahan, menghitung akibat yang di timbulkan jika pengelolaan Air bersih terkendala, bukan sekedar menghitung keuntungan, mengingat air bersih adalah kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat. Jika tidak dikelola secara profesional akan berdampak kepada masyarakat, seperti paham dan mengerti tidak, berapa standar pompa air yang harus di siapkan, berapa Kaporit setiap bulan dipergunakan agar mutu air bersih standar.Jika hal seperti ini tidak dipahami inilah yang terjadi pelayanan kepada masyarakat tersendat.
Bukan air bersih itu yang penting mengalir tetapi mutu air bersih sudah sesuai dengan standar belum. Bp Batam jangan sampai hanya berharap mendapatkan keuntungan besar, tetapi pelayanan tidak maksimal.Oleh karenanya Pimpinan BP Batam harus mengkaji ulang untuk pengelolaan Air bersih Batam, sebab semakin hari penduduk Batam semakin bertambah dan kebutuhan air bersih bagi masyarakat semakin banyak, sementara beberapa DAM sudah tidak berfungsi, karena itu jika masalah air bersih tidak ditangani dengan serius, kedepannya Batam bisa krisis Air bersih, hal tersebut jangan sampai terjadi.
Oleh : Ismail Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia ( IPJI ) Kepri.












